Minggu, 08 Agustus 2010

Balimau, Tradisi Kultural Minangkabau Jelang Ramadhan

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Alhamdulillahi rabbil alamin. Al Shalătu wa al Salămu ‘ala Rasŭlillăhi Sayyidină Muhammadin, Wa ‘ala Ălihĩ wa Ashĥăbihĩ Ajmaĩn. Segala puji hanya milik Allah Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah tercinta, Imamul Muwahhidin, Muhammad ibnu ‘Abdillah, segenap keluarga, para sahabat dan umatnya yang setia.

Balimau adalah satu kegiatan tradisi (bukan ritual agama) yang berkaitan dengan dengan kedatangan moment religious di Minangkabu, yaitu sebelum pelaksanaan ibadah puasa bulan Ramadhan. Tradisi itu sudah berlangsung dari masa dahulu hingga sekarang. Balimau punyak banyak arti. Terminologi balimau dalam mayarakat Minangkabau dekat dengan aktivitas mandi menyucikan diri (mandi wajib, mandi junub) dengan limau (jeruk nipis), dan rempah-rempah yang memberikan aroma kesegaran dan keharuman alami lainnya. Tetapi, akhir-akhir ini tradisi lokal tersebut yang diwarisi secara turun-temurun itu telah mulai hilang atau sengaja dihilangkan, karena ada kalangan alim ulama di ranah minang sendiri, menganggap tradisi “ balimau “ sebagai perbuatan bid’ah, tidaj ada dalam ajaran Islam.

Sebagai sebuah tradisi yang menurut saya bernilai baik (hasanah), tidak ada salahnya “Tradisi balimau” ini tetap dipelihara dan dilestarikan, bahkan sebaiknya perlu dilakukan proses islamisasi/ pengayaan tradisi ini dengan nilai-nilai Islam. Apalagi pekerjaan yang perlu dilakukan ulama Minangkabau, kalau bukan mengapresiasi budaya lokal dan mengislamkannya sebagai ciri khas keberterimaan (acceptability) Islam dengan budaya Minangkabau. Toh, sudah banyak tradisi lokal yang sudah diislamkan oleh ulama Minangkabau terdahulu. Entahlah ia (ulama itu) tidak berasal dari kultur budaya Minangkabau. Bolehlah, dapat dimengerti alasan sebagian ulama yang menyatakan bahwa kedatangan Tradisi Islam telah mengatasi segala tradisi berbasis etnik dan daerah tertentu dengan dalih “al Islămu ya’luu wală yu’lă alaihi (Islam itu tinggi, dan tidak ada yang mengatasinya). Tetapi secara historis, banyak juga tradisi lokal bangsa Arab bahkan syari’at agama sebelumnya diterima oleh Islam sebagai bagian dari kebudayaan Islam.

Dalam pengertian yang dikontruksi oleh beberapa subkultur di wilayah Minangkabau, tradisi balimau bertujuan untuk kebersihan hati dan tubuh manusia dalam rangka mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Masyarakat tradisional minangkabau pada zaman dahulu, mengaplikasikan wujud dari kebersihan hati dan jiwa dengan cara mengguyur seluruh anggota tubuh atau keramas disertai dengan ritual yang memberikan kenyamanan dan efek bathin serta kesiapan lahir bathin ketika melaksanakan Ibadah puasa. Namun tempatnya tidak di lakukan ditempat pemandian umum, tapi di tempat pemandian masing-masing. Kemudian, mensucikan diri sejalan dengan ajaran agama Islam. Islam itu sangat suka kebersihan. Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman? Jika ada ulama yang mengharamkan, sebaiknya gunakan bahasa yang pas, yaitu haram mandi bersama di pemandian umum yang mempercampurbaurkan laki-laki dan perempuan yang tidak muhrim. Nah, ajaran Minagkabaupun sejalan dengan ajaran Islam, juga tidak memperbolehkan mandi campur baur seperti “tukak dan kain buruak” itu.

Ada sebagian orang yang menyamakan mandi balimau dengan mandi taubat. Hanya saja persoalannnya pada mandi taubat. Kalau dilihat dalam literatur fiqih mandi taubat tidak masuk dalam daftar mandi yang disunnahkan (al-aghsal al-masnunah), atau mandi yang disunnahkan. Yang termasuk sunnah malah mandi kerika baru masuk Islam, bukan mandi karena taubat dari maksiat. Hanya saja, apakah karena tidak disunnahkan, mandi balimau sebagaimana yang dimaksudkan oleh sebagian masyarakat Minangkabau tidak dapat dibenarkan? Menurut saya, selama itu tidak melanggar nilai prinsipil dari syari’at Islam, tidak ada salahnya dibenarkan oleh ulama. Yang penting, ulama dapat memberikan pelajaran dan tuntunan dengan cara hikmah dan mau’izatil hasanah. Misalnya dengan menyatakan bahwa mandi balimau bukanlah mandi taubat. Tradisi Balimau tidak hanya berputar sekitar mandi dan membersihkan diri, akan tetapi juga diisi dengan kegiatan jelang-menjelang antara dua atau lebih kerabat. Seperti lazimnya, orang yang baru nikah, menjelang orangtua/ mertua. Intinya tidak lain adalah silaturrahmi. Bahkan prosesnya lebih panjang. Karenanya, waktu-waktu menjelang bulan puasa disebut dengan Bulan Balimau.

Selain itu, bagi anggota tarikat Syatariah di daerah Padangpariaman, menyambut bulan suci Ramadhan dengan melakukan ziarah ke kuburan (makam) para aulia (syekh) atau guru pengajian tarekat tersebut. Selain makam Syekh Burhanuddin di Ulakan yang diyakini sebagai pengembang Islam terkemuka di ranah Minang, juga makam Angku Saliah, Tuanku Kiambang, Tuanku Koto Tuo dan sejumlah kuburan guru penganut tarekat di daerah ini. Namun tidak sedikit celaan yang dilekatkan kepada tradisi ini. Sebagian masyarakat Minangkabau dalam bulan balimau ini juga kerap menziarahi kuburan orangtuanya dan sanak keluarganya. Biasanya anggota keluarga mendatangi kuburan pendahulunya, sekaligus membersihkan makam orangtuanya atau nenek/kakeknya. Biasanya, prosesi ini dimulai dengan gotong royong membersihkan kuburan sanak keluarga di pandam perkuburan keluarga atau kaum. Kemudian dilanjutkan dengan berdo’a bersama dan ada juga yang ditutup dengan makan bersama. Jika dicari rujukannya dalam ajaran Islam memang tidak bertemu, kecuali kebolehan berziarah itu sendiri. Nabi Muhammad SAW pernah melarang dan kemudian membolehkannya. (Aku pernah melarang kalian ziarah kubur, tetapi sekarang (karena iman kalian sudah baik), maka berziarahlah (THR Muslim, Abu Daud, dan Tirmizi)

Lalu selain mencela, apa sebaiknya yang dapat dilakukan oleh ulma Minangkabau? Menurut saya, secara syar’i ulama Minagkabau perlu menjelaskannya secara detai dan kemudian memberi rambu-rabu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Saya sendiri sebagai warga Minangkabau merasa kurang nyaman bila pro kontra ziarah kubur itu bertolak dari perbedaan mazhab, aliran keagamaan dan perbedaan tafsir yang disuarakan dengan nada sinis dan saling mencela.

Tidak dapat dipungkiri bulan balimau disalah artikan sebagai hura-hura, mandi bersama-sama ke tempat-tempat pemandian umum, seperti sungai dan danau, juga laut. Biasanya dilakukan oleh anak-anak muda yang terikat status hubungan “bacewek-cewek”, “bapamole/bapole-pole”, “bagandak/bapacaran”. Agaknya inilah tiang persoalan yang kerap diresahkan media massa, di samping status hukumnya secara agama. Sesungguhnya, tradisi balimau tidak termasuk dalam kategori adat, walaupun ia telah ada sejak dahulu. Tetapi ini sudah menjadi khazanah budaya, mentradisi seperti halnya penyelenggaraan tata cara dan upacara perkawinan dan sebagainya. Upacara perkawinan di Minagkabau-pun sesungguhnya sudah banyak melenceng dari aturan adat bahkan agama, dan berlangsung lebih sering dari tradisi balimau.

Jadi menurut saya, bila terjadinya ekses negatif atau salah kaprah dari tradisi balimau, seperti yang dilakukan oleh muda-mudi berbuat maksiat ditempat-tempat pusat pemandian, sudah Menjadi tugas keluarga, ninik-mamak, alim ulama dan cerdik pandai yang dapat mengurangi ekses negative dari tradisi tersbut. Apalagi bila sampai terjadi terjadi pendangkalan agama dalam tradis tersebut. Dengan tidak mengabaikan ketentuan agama, yang mengikis setiap perbuatan bid’ah dikalangan masyarakat, maka hemat saya tidak perlu kawatir bahwa tradisi balimau akan berefek pedangkalan agama, melainkan hanyalah semata sebagai perwujudan pelesatrian khazanah budaya Minangkabau yang sifatnya sementara belaka. Toh, sakali aie gadang, sakali tapian barubah”. Atau seperti ungkapan Syekh Ahmad Khatib Maulana Ali (Inyiak Imam Salo) tentang tradisi membakar kumayan sebelum berdoa, “Sudahlah, ingatkan saja baik-baik, bila saatnya orang tak lagi menjual kumayan, maka tradisi itu akan hilang sendiri. Soal adat dan kebudayaan tak ada yang abadi, ia akan berhadapan dengan perubahan dan tantangan zaman”

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang punya arti dan makna tersendiri bagi umat Islam. Begitu banyak hikmah yang diperoleh di bulan Ramadhan, sangat wajar bila umat Islam menyambutnya dengan bersuka ria. Berbagai bentuk kegiatan digelar menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut. Sekalipun dalam ajaran dan fiqih Islam tidak ditemukan bentuk dan acara yang dilakukan itu. Mengingat agama Islam sudah tersebar ke berbagai pelosok penjuru dunia, yang semula tumbuh dan berkembang di tanah Arab, maka berbagai tradisi lokal bermunculan dari umat Ialam itu sendiri menyambut Ramadhan. Setiap daerah menyelenggarakan kegiatan khas daerah setempat.

Di Mesir, kata orang yang pernah ke sana juga ada tradisi meletuskan sebuah meriam tua yang digunakan sebagai penanda bulan puasa. Meriam itu juga digunakan untuk penenda waktu waktu imsak dan buka puasa. Meriam itu diberi nama Hajjah Fatimah, warisan dari Muhammad Ali Pasha, yang menurut cerita, adalah putri Ustman Khos Qadam, penguasa Dinasti Usmani. Di kampung, saya dulu juga pernah meletuskan “mariam batuang” menjelang bulan puasa. Entahlah sekarang masih ada yang memainkan atau tidak, nanti saya tanya ke kampung halaman. Apakah ini juga terinspirasi dengan meriam Hajjah Fatimah di Mesir atau tidak, akan saya tanyakan juga. Persoalan pro-kontra tradisi balimau sebaiknya diselesaikan. Kita anggap saja tradisi balimau sebagai berkah awal Ramadhan dan menjadi bagian syi’ar Islam di Minagkabau. Dari saya hanya sekian, kalau ada yang mau berpendapat, membantah atau apa saja, sebaiknya tulislah, sediakn sedikit waktu untuk menulis. Tetapi jangan sampai merusak silaturrahhmi kita. Bagiamanpun, silaturrhami hukumnya wajib dan lebih tinggi dari mempersoalkan efek like-dislike tradisi balimau.

:: (dari diskusi di FB. Muhammad Ilham cq. topik FB Muhammad Nasir Salo)

Minggu, 01 Agustus 2010

Menjadi Ayah Ideal Bagi Anak

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Menjadi ayah yang hebat dan ideal bukan hanya dambaan buat anak-anak, tapi juga para istri. Berikut ada beberapa tips yang dikutip dari laman CarePages.com bisa menjadi referensi untuk para Ayah yang ingin menjadi idola di mata anak-anaknya.

Bukan sekadar memberikan hadiah, menghabiskan waktu bersama anak-anak adalah hal paling penting. Bahkan hal kecil, seperti menanyakan apa yang si kecil lakukan di sekolah hari ini atau membacakan cerita pengantar tidur di malam hari. Perhatian ini dapat membuat anak-anak berpikir, Anda peduli pada mereka. Sebagai contoh, anak perempuan yang sering menghabiskan waktu berkualitas dengan ayahnya akan tumbuh menjadi wanita lebih kuat dan mandiri. Dalam prinsip mereka, wanita perlu mendapatkan rasa hormat dari pria. Jadi, ketika Anda mengobrol dengan buah hati, usahakan untuk fokus pada mereka, dan mengalihkan perhatian dari televisi atau surat kabar saat di rumah. Dan, coba perhatikan, reaksi senang mereka.

Ini agak sulit, karena pelajaran ini tidak bisa didapat hanya lewat kata-kata, tapi harus dengan perbuatan. Jika Anda yakin dengan diri sendiri, maka anak-anak pun akan percaya pada diri mereka sendiri. Tunjukkan pada anak bahwa Anda menghargai mereka. Mendukung apapun minat yang ingin mereka lakukan dan berikan pujian untuk mendorong melakukan hal-hal baik.

Jika terjadi selisih pendapat dengan istri di rumah, jangan berdebat dan bertengkar di depan anak-anak. Cara Anda menghargai istri dan ibu dari anak-anak Anda, akan menjadi contoh buat mereka. Jika Anda tidak menghargai istri, maka anak-anak pun akan meniru perilaku Anda. Anak-anak akan menjadi pribadi yang tidak bisa menghargai orang lain. Ibu mereka adalah pasangan Anda. Cobalah selalu bekerja sebagai tim ketika berhadapan dengan situasi keluarga.

Satu penemuan terbaru dari Universitas North Carolina menunjukkan, ayah dapat membentuk perkembangan bahasa lebih dari ibu. Dalam studi ini diketahui meskipun para ayah tak sesering ibu saat berbicara kepada anaknya, namun sekali saja suatu perkataan keluar dari mulut sang Ayah, perkataan itu akan terus melekat dalam pikirannya. Dan, tahukah Anda, kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak adalah pengaruh dari ayahnya. Pelukan atau sentuhan tangan lembut dari ayah untuk anaknya bisa mengirimkan pesan cinta yang dalam. Tindakan ini juga bisa memberi anak Anda rasa aman dan ia akan merasa bahwa seorang ayah selalu mendukungnya dan menerimanya.

::: untuk suamiku - semoga terus menjadi ayah yang baik buat amanah Tuhan !!

Ibu yang Pilih Kasih Picu Anak Depresi

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Apakah Anda sudah menjadi ibu yang adil terhadap anak-anak di rumah? Studi menunjukkan bahwa ibu yang memperlihatkan pilih kasih atau favoritisme terhadap salah satu anaknya akan meningkatkan potensi depresi terhadap anak-anaknya yang lain saat dewasa.

Pakar Universitas Cornell Karl Pillemer dan sosiolog Universitas Purdue Jill Suitor melakukan penelitian terhadap 275 keluarga besar terkait efek berbahaya yang menimpa anak saat mereka dewasa. Penelitian juga menilai faktor-faktor luar seperti ukuran keluarga dan ras. Favoritisme yang dilakukan orangtua memperjelas dampak kesehatan mental anak. "Favoritisme ibu berpengaruh pada perkembangan psikologis anak, bahkan setelah mereka tumbuh dewasa dan memulai keluarga sendiri," kata Pillemer, Profesor Departemen Pembangunan Manusia dan di Cornell's College.

"Persepsi perlakuan pilih kasih merusak psikologis anak-anak yang lain yang akan mereka terapkan pada keluarga yang mereka bangun," seperti dikutip dari Aol Health. Studi ini memperjelas detail timbulnya masalah perilaku pada anak, remaja dan dewasa muda akibat ibu yang pilih kasih. Pillemer berharap temuan ini bisa membuka terapi penanganan masalah keluarga dan mencegah konflik yang timbul akibat prilaku pilih kasih. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Journal of Marriage and Family edisi April 2010. (Sumber : vivanews.com/kosmo)

Setangkai Mawar Berduri untuk Perempuan Indonesia

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

“Remember the Dignity of your womanhood. Do not appeal. Do not beg. Do not grovel. Take courage. Join hands, stand beside me, fight with me!”
(Ingatlah akan martabat Anda sebagai perempuan. Jangan cengeng. Jangan mengemis-ngemis. Jangan rendah diri. Berbesarhatilah. Mari bergandeng tangan, berdiri di samping saya, berjuang bersama saya!)

Pesan Risa Amrikasari dalam buku terbarunya ‘Especially for You’ itu begitu kuat ditujukan kepada kaum perempuan. Misinya jelas: mengajak perempuan untuk bangkit dari ‘tidurnya’, dan bersikap tangguh dengan kesadaran yang cerdas tentang keluhuran martabatnya. Risa bahkan memberi warning di sampul belakang buku setebal 372 halaman itu, “Anda termasuk orang yang senang membaca hal-hal yang membuai dan menghanyutkan? Anda tidak akan menemukan itu di buku ini. Jika Anda berharap menemukan tulisan-tulisan yang romantis ataupun lemah lembut, Anda akan sedikit tertoreh dengan kalimat-kalimat saya.” Dengan gaya bertutur yang tidak membosankan Risa menuliskan nukilan-nukilan pengalaman pribadi dari kehidupan sehari-hari ke dalam 65 judul artikel mandiri. Kenyataan yang sering diabaikan atau bahkan dihindari oleh orang-orang karena takut menyinggung perasaan, dia bongkar dengan teliti untuk kemudian mengemukakan sikap mana yang harus dikritisi dan diubah, serta mana yang patut dibela. Ia mengulas dari soal mengelola perasaan, kepercayaan terhadap pasangan, perselingkuhan, cinta dan pacaran, sopan santun, perkawinan, perselisihan pendapat, pelecehan seksual, seks di luar perkawinan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perceraian, urusan kantor dan pekerjaan, hingga soal tradisi, agama, bahkan birokrasi, politik, hukum dan perundang-undangan.

Memang, buku ini ditujukan ‘teristimewa bagi perempuan’. Namun kaum laki-laki pun sebetulnya diam-diam menerima ‘kado’ yang sangat bernilai. Meski tema pokoknya adalah martabat perempuan (womanhood dignity), namun siapapun – termasuk laki-laki – yang membaca artikel demi artikel dalam buku ini, seperti diajak me-review kembali pemahaman dan sikapnya berkaitan dengan keluhuran martabat sebagai manusia (human dignity). Buku ini memberi model untuk sebuah upaya demi kemajuan dan kemerdekaan berpikir di Indonesia, terlebih untuk kaum perempuan yang enggan untuk bertatapan langsung dengan persoalan-persoalan esensial seperti itu. Rupanya Risa sadar betul, bahwa untuk membongkar kesadaran akan martabat perempuan tak akan tercapai bila menggunakan cara penyampaian deduktif, biarpun terstruktur serapi mungkin. Pengalaman empiris dari hidup sehari-hari menjadi jalan yang jitu, karena perempuan sangat akrab dengan hal-hal yang detil dan teliti, apalagi menyangkut wilayah ‘domestik’ dunia perempuan. Proses pergulatan Risa melalui medium pengalaman sehari-hari itu dia bagikan dengan kapasitasnya sebagai seorang perempuan yang tidak rela bila sesamanya rapuh dan menyerah pada konsep-konsep yang membelenggu.

Dilahirkan 22 Oktober 1969, perempuan cantik ini dibesarkan dalam keluarga yang mendidiknya dengan penuh cinta dan rasa hormat. Bakatnya untuk cermat terhadap detil hidup sehari-hari dan tak bisa duduk berdiam diri berlama-lama dalam mengerjakan sesuatu, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang cekatan, tangguh dan resourceable (bisa diandalkan). “Always make a total effort, even when the odds are against you” adalah kutipan favoritnya dari Arnold Palmer. Lulusan Fakultas Sastera Inggris Universitas Nasional tahun 1994 ini sekarang sedang mendalami Ilmu Hukum di Program Magister Hukum UGM, sambil bekerja di International Organization for Migration sebagai Government Liaison Officer dan sebagai Associate pada Prihartono & Partners, sebuah kantor hukum di Jakarta. Buku pertamanya ‘You Need a GOOD LAWYER to Set You Free from the Jail of Your Heart’ sukses merebut hati pembaca. Tulisan-tulisan di blognya pun sangat diminati oleh penggemarnya.

Tak heran bila tema-tema dalam artikel di buku yang kedua ini sangat kental dengan kasus-kasus yang bersinggungan dengan hukum dan tak jauh dari perjuangan hak-hak asasi serta martabat manusia terutama perempuan. Di artikel terakhir, ‘Perempuan, lawan kekerasan itu!’ secara mendetil Risa mengajak kaumnya untuk mengenali pasal demi pasal UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Perempuan yang bermartabat jangan sampai terjebak menjadi korban apalagi sebagai pelaku kekerasan domestik!

Gaya bertutur Risa yang lugas enak dibaca, seperti mendengarkan seseorang yang curhat, ngerumpi, tetapi bermutu karena menggugah pembacanya untuk memakai cara pandang baru, bersikap positif dan cerdas, tidak hanya dikendalikan oleh emosi dan perasaan dalam hidupnya! Remake yourself, refresh yourself! (hlm. 40-47) sehingga ada ‘nyanyian baru’ dalam hidup pembaca. Meski beranjak dari pengalaman personal domestik keperempuanan, Risa Amrikasari berhasil memasukkan isu politis. The personal is political. Isu ini populer dalam gerakan-gerakan feminis di Amerika pada paruh kedua tahun 70-an, dan mendapatkan ruangnya dalam proses kreatif para seniman perempuan Amerika (feminist art).

Generasi pertama dari gerakan-gerakan feminis ini cenderung mengeksplorasi isu-isu multikulturalisme dan feminisme dengan berangkat dari pernyataan identitas perempuan dan upaya perlawanan. Simbol-simbol visual yang mereka gunakan, menyampaikan pesan secara verbal dan kontroversial. Mereka mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tubuh dan isu komodifikasi. Pengalaman keperempuanan ditatapkan dengan wilayah sosial, bahkan politik. Karya-karya mereka merupakan bagian dari gerakan politik untuk mendukung kesetaraan dan persamaan hak bagi perempuan. Dalam proses berkarya mereka langsung bersentuhan dengan problem riil dalam masyarakat, menciptakan diskusi dan pemikiran, menginisiasi perdebatan dan bersifat partisipatif untuk proses sosial. Alih-alih menggunakan bahasa yang verbal, generasi kedua cenderung menyampaikan kritisisme mereka dengan metafor. Pengalaman personal yang bersentuhan dengan isu-isu sosial-politik aktual menghadapkan mereka pada berbagai kontradiksi yang kemudian dituangkan dalam karya sebagai sebentuk kritisisme untuk membangun dialog yang berkaitan dengan isu tertentu. Relasi antara agama dan manusia, yang nyata dengan yang maya, harmoni dan ancaman, menjadi isu-isu yang mereka angkat. Dalam isu-isu itu ada semacam tuntutan tentang penghapusan diskriminasi terhadap perempuan.

Sementara generasi ketiga menampilkan pengalaman personal dengan keinginan untuk merayakan dan membagikan pengalaman itu, bukan dengan spirit untuk melawan atau berpartisipasi menciptakan diskursus tertentu. Mereka cenderung ‘menerima’ situasi-situasi dimana perempuan mempunyai lebih banyak pilihan sebagai sesuatu yang ‘given’. Mereka ini umumnya tidak menjumpai kesulitan untuk berkontribusi dalam kehidupan publik. Karya-karya mereka dekat dengan budaya populer. Risa Amrikasari pasti mengerti tentang pola-pola dalam gerakan para seniman perempuan, dan sadar betul tentang porsi mana yang pantas diberikan kepada kaum perempuan Indonesia. Di sinilah, kepiawaian Risa ditampilkan dalam membagikan gagasan-gagasan perubahannya. Mungkin ciri pertama terkesan begitu kuat. Namun barangkali perempuan Indonesia saat ini memang harus ‘digebrak’ dengan pendekatan seperti itu. Untuk membaca tulisan-tulisan Risa Amrikasari dalam buku ini rasanya tak perlu memasang ‘kuda-kuda’ terlebih dahulu seperti mau bertempur menghadapi lawan yang asing. Namun yang dibutuhkan adalah hati yang terbuka, seperti kedua belah telapak tangan yang menyambut setangkai mawar merah dari pribadi yang benar-benar tulus mencinta. Mawar itu harum wangi, meski tangkainya bisa saja berduri (Dimuat di halaman Opini Harian Merdeka, Kamis, 30 Juli 2009).

:: walau tak semua bagian dari buku ini yang mungkin kita tidak bersetuju, tapi setidaknya buku ini memberikan perspektif yang mencerahkan bagi kita, terutama bagi kaum perempuan. Bukunya sangat menarik.

Jumat, 23 Juli 2010

Munajat Sya'ban Jelang Ramadhan Imam Ali bin Abi Thalib

Ditulis ulang : Imla W. Ilham


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah sampaikan salawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad
Dengarlah doaku, ketika aku berdoa pada-Mu
Dengarlah seruanku, ketika aku menyeru-Mu
Hampiri daku, ketika aku memanggil-Mu

Aku telah lari menuju-Mu
berhenti di hadapan-Mu
bersimpuh pada-Mu, berserah diri pada-Mu
mengharapkan pahalaku dari hadirat-Mu
Engkau ketahui apa yang ada dalam diriku
Engkau kenali segala keperluanku
Engkau arif akan apa yang tergetar dalam hatiku
Tak tersembunyi bagi-Mu urusan kepulangan dan kembaliku
dan apa yang ingin aku ungkapkan semuanya dari mulutku
dan aku ucapkan dengan keinginanku dan mengharapkannya untuk hari akhirku.

Sudah berlaku ketentuan-Mu padaku duhai Junjunganku
apa yang terjadi padaku sampai akhir umurku
baik yang tersembunyi maupun yang tampak padaku
di tangan-Mu bukan di tangan selain-Mu
kelebihanku dan kekuranganku, manfaatku dan madaratku

Tuhanku, jika sekiranya Engkau menahan rejekiku
maka siapa lagi yang akan memberikan rejeki padaku
Jika Engkau mengabaikan aku
maka siapa lagi yang akan membelaku

Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari marah-Mu dan terlepasnya murka-Mu
Tuhanku, jika aku tidak layak memperoleh kasih-Mu
Engkau sangat layak untuk memberikan anugrah kepadaku dengan keluasan karunia-Mu
Tuhanku, seakan diriku telah tersungkur di hadapan-Mu
dan sebaik-baiknya kepasrahaku pada-Mu telah menaungi aku
lalu Engkau berkata apa yang layak Engkau katakan dan Kau liputi aku dengan ampunan-Mu

Tuhanku, jika Engkau ampuni aku siapa lagi yang lebih pantas melakukannya salain-Mu Jika sekiranya ajalku sudah dekat, tetapi amalku tidak mendekatkanku kepadaMu
maka telah aku jadikan pengakuan dosa ini sebagai wasilahku kepada-Mu

Tuhanku, aku telah berbuat zalim dalam memandang diriku
Celaka sudah diriku, jika saja Engkau tidak mengampuninya

Tuhanku, tidak henti-hentinya kebaikan-Mu mengalir padaku hari-hari hidupku,
maka jangan putuskan kebaikan-Mu padaku pada hari kematianku

Tuhanku, bagaimana mungkin aku berputus asa pada pandangan baikku kepada-Mu
setelah kematianku
padahal Engkau tidak memberikan kepadaku selain yang indah saja dalam hidupku
Tuhanku, perlakukanlah aku apa yang Engkau layak melakukannya
Kembalilah padaku dengan karunia-Mu yang Kauberikan kepada pendosa yang sudah dipenuhi kebodohannya

Tuhanku, jika telah Kaututupi dosa-dosaku di dunia
padahal aku sangat memerlukan penutupan pada hari akhirat nanti
karena Engkau tidak menampakkannya di hadapan orang-orang yang saleh
maka jangan mempermalukan aku pada hari kiamat di hadapan para saksi

Tuhanku, anugrah-Mu meluaskan harapku
maaf-Mu lebih utama dari amalku
Tuhanku, bahagian aku ketika berjumpa dengan-Mu pada hari kautetapkan keputusan di antara hamba-hamba-Mu

Tuhanku, permohonan maafku kepada-Mu
adalah permohonan seseorang yang sangat memerlukan penerimaan permohonannya Terimalah permohonan maafku
Wahai yang paling pemurah untuk dimohonkan oleh para pendosa

Tuhanku, janganlah kautolakkan keperluanku
jangan Kausia-siakan kedambaanku
jangan kau putuskan dari-Mu harapanku dan cita-citaku

Tuhanku, sekiranya Engkau ingin menjatuhkan aku, tentulah Engkau tidak memberikan petunjuk kepadaku
sekiranya Engkau ingin mempermalukanku,
tentulah Engkau tidak menyelamatkan daku

Tuhanku, tak pernah aku mengira Engkau akan menolak keperluan yang untuk
memperolehnya dari sisi-Mu telah kuhabiskan seluruh umurku.

Tuhanku, bagi-Mu segala sanjung dan puja, selama-lamanya,
sanjugan yang kekal abadi, berlansung terus,
bertambah dan tak pernah habis, sanjung-puja seperti yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Tuhanku, jika Engkau menuntutku karena kesalahanku,
aku akan menuntut-Mu dengan maaf-Mu
jika Engkau menuntutku dengan dosaku,
aku akan menuntut-Mu dengan ampunan-Mu
jika Engkau memasukkan aku ke dalam neraka,
aku akan memberitahukan kepada para penghuninya bahwa aku mencintai-Mu

Tuhanku, jika amalku kecil di samping ketaatanku padamu,
kedambaanku besar di samping harapanku kepada-Mu

Tuhanku, bagaimana mungkin aku kembali dari hadirat-Mu dengan tangan hampa yang Kautolakkan,
padahal sangka baikku akan anugrah-Mu
pastilah mengembalikanku dengan keselamatan dan rahmat-Mu yang Kaucurahkan.

Tuhanku, sudah aku habiskan umurku tengelam dalam kelalaian kepada-Mu;
telah aku hancurkan kemudaanku dalam kemabukan keterasingan dari-Mu.
Tuhanku, maka aku tidak bangun dari hari-hari ketertipuanku
dan keterperosokanku pada jalan kemurkaan-Mu.
Tuhanku, inilah aku hamba-Mu anak hamba-Mu menghadap-Mu
bertawasul kepada-Mu dengan kemurahan-Mu.

Tuhanku, akulah seorang hamba yang meninggalkan segala keadaan duka ketika menghadap-Mu dengan sedikitnya rasa maluku akan pandangan-Mu; aku mencari ampunan dari-Mu, karena ampunan adalah sifat kemurahan-Mu.

Tuhanku, aku tidak punya kekuatan untuk meninggalkan maksiatku kepada-Mu kecuali pada waktu Engkau bangunkan aku untuk mencintai-Mu. Dan sebagaimana Engkau inginkan aku untuk menjadi aku seperti sekarang ini, maka aku bersyukur kepada-Mu.karena Engkau telah memasukkan aku dalam anugrah-Mu dan karena Engkau telah membersihkan hatiku dari noda kelalaian pada-Mu.

Tuhanku, pandanglah daku
seperti Engkau memandang orang yang Kau panggil dia
lalu dia menjawab panggilan-Mu
yang Kau bimbing dia dengan bantuan-Mu lalu ia mantaati-Mu
Wahai Yang Dekat dan tidak menjauh dari orang yang kebingungan karenanya
Wahai Yang Pemurah tidak bakhil kepada siapapun yang mengharapkan pahalanya

Tuhanku, anugrahkan kepadaku hati yang kerinduannya mendekatkannya kepada-Mu
dan lidah yang ketulusannya mengankatnya kepada-Mu
dan padangan yang kebenarannya mendekatkanya pada-Mu
Tuhanku, sungguh orang yang mengenal-Mu tidak akan diabaikan
yang berlindung kepada-Mu tidak akan dilalaikan
dan orang yang Kau hampiri tidak akan dibiarkan

Tuhanku, sesungguhnya orang yang mengambil jalan-Mu
akan mendapat pencerahan
orang yang berpegang kepada-Mu akan memperoleh perlindungan
Sungguh aku telah berlindung kepada-Mu

Duhai Tuhanku, janganlah Kau sia-siakan
sangkaku akan kasih sayang-Mu
jangan Kau halangi aku dari santunan-Mu
Tuhanku, tempatkan daku di antara para kekasih-Mu
pada tempat orang yang mengharapkan tambahan kecintaan-Mu

Tuhanku, ilhamkan kepadaku kerinduan
untuk berzikir kepada-Mu setelah berzikir kepada-Mu
Ilhamkan kepadaku keinginan untuk berada pada suka cita
kebahagiaan asma-Mu dan tempat kesucian-Mu

Tuhanku, karena-Mu dan hanya dengan ketentuan-Mu
Engkau masukkan daku pada tempat orang yang mentaati-Mu
dan tempat yang baik dari keridhaan-Mu
karena aku tidak mampu melindungi diriku
dan tidak sanggup memberikan manfaat padanya

Tuhanku, akulah hamba-Mu yang lemah penuh dosa
dan milik-Mu yang penuh noda
janganlah Engkau jadikan daku termasuk
orang yang Engkau palingkan wajah-Mu daripadanya
dan yang kelalaiannya telah menghalangi dari maaf-Mu

Tuhanku, anugrahkan kepadaku kesempurnaan kebergantungan kepada-Mu
terangilah pandangan hati kami dengan cahaya penghilatan kepada-Mu
sehingga mata hati kami menyobekkan tirai-tirai cahaya
dan mengantarkan kami pada mahligai kebeseran-Mu
dan arwah kami bergantung pada keagungan kesucian-Mu

Tuhanku, jadikan daku orang yang Kau panggil dia dan dia menjawab panggilan-Mu
yang Kau perhatikan dia, sehingga ia bergetar karena kebesaran-Mu
Engkau sambut dia secara rahasia dan ia beramal karena-Mu secara terbuka
Tuhanku, aku tidak biarkan keputusasaan mengalahkan sangka baikku kepada-Mu
dan tidak berputus harapanku akan keindahan kemurahan-Mu
Tuhanku, jika kesalahan telah menjatuhkan aku dari sisi-Mu
maka maafkanlah daku dengan seluruh kepasrahanku kepada-Mu

Tuhanku, jika dosa-dosa melemparkan aku dari kemuliaan anugrah-Mu
keyakinan telah mengangkatku kepada kemurahan kasih-Mu

Tuhanku, jika kelalaian telah menidurkan daku
dari persiapan untuk menemui-Mu
telah mambangunkan aku
pengtahuan akan kemurahan anugrah-Mu

Tuhanku, jika besarnya hukuman-Mu telah memanggilku ke neraka
limpahan karunia-Mu telah memanggilku ke surga

Tuhanku, kepada-Mu aku bermohon, kepada-Mu aku berpasrah dan berserah diri
Aku bermohon kepada-Mu agar Kau sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Aku bermohon kepadamu agar Kau jadikan aku
termasuk orang yang selalu berzikir kepada-Mu, tidak melanggar perjanjian-Mu
tidak lalai dari bersyukur pada-Mu, tidak menganggap enteng perintah-Mu
Tuhanku, gabungkan aku dengan cahaya keagungan-Mu yang cemerlang
sehingga aku menjadi orang yang mengenal-Mu dan berpaling dari selain-Mu
serta takut dan selalu merasa diawasi-Mu, wahai Pemilik keagumgan dan kebaikan.

::::: Semoga Allah menyampaikan shalawat kepada Muhammad rasul-Nya dan keluarganya yang suci dan semoga Allah melimpahkan salam kepadanya sebanyak-banyaknya.

Sumber : FB Muhammad Ilham ibn Fadli (Mafâtihul Jinân, bab 2, bulan Sya’ban)

Jumat, 16 Juli 2010

Intervensi Malaikat dalam Hubungan Seksual

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Di Indonesia, wacana perempuan, agama, dan seksualitas bukanlah hal yang baru, apalagi diskursus perempuan dalam perkawinan, hubungan suami-istri dalam keluarga, hak dan kewajiban suami istri dalam keluarga sudah menjadi pembahasan yang intensif di masyarakat. Buku-buku tentang keluarga sakinah, keluarga barokah, mengatasi masalah perkawinan juga banyak bermunculan di masyarakat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Indiyah (1999), ditemukan bahwa masalah perceraian 80% disebabkan karena tidak harmonis dalam hubungan seksual. Sebuah studi di Amerika Serikat juga membuktikan bahwa 80% pasangan yang mencari konseling perkawinan juga karena kurang terpuaskan dalam seksualitasnya.

Dari hasil wawancara dengan beberapa teman perempuan saya tentang pengalaman malam pertama, banyak di antara mereka yang mengungkapkan bahwa pengalaman pertama bagi perempuan tidak seindah yang dibayangkan. Hal ini karena secara biologis organ reproduksi perempuan berbeda dengan laki-laki. Bagi perempuan yang masih mempunyai selaput dara yang utuh dengan jenis selaput dara yang kurang elastis, kebanyakan merasa sakit saat berhubungan seksual pertama kalinya. Perlu diketahui bahwa ada berbagai macam selaput dara di lihat dari ke-elastisannya, sehingga ada juga perempuan yang tidak merasa sakit saat pertama kali berhubungan seksual. Saya termasuk mempunyai selaput dara yang tebal dan kurang elastis, sehingga pada saat malam pertama mengalami kesakitan yang luar biasa. Dalam kondisi sakit seperti itu saya teringat akan doktrin yang saya peroleh dari kiyai saya bahwa bahwa istri harus melayani suaminya, kalau tidak maka dikutuk malaikat. Saat itu saya merasa aneh dan mencoba mengkritisi doktrin itu, karena ketika dipraktekkan saya merasa ada yang kurang sesuai, sudah sakit dikutuk malaikat lagi. Saya merasa bahwa ini bukan konsep Islam, saya yakin bahwa Islam yang rohmatal lil’alamin tidak mengajarkan ketidakadilan seperti itu, dimana istri harus melayani suaminya.

Berdasarkan data dan juga pengalaman penulis sendiri itulah, tulisan ini akan membahas tentang persoalan seksualitas dalam keluarga terutama yang terkait dengan hak akan kepuasan seksual dan kewajiban seksual suami-istri. Dasar yang dijadikan pijakan tulisan ini adalah hadis tentang hubungan seksual suami dan istri yang bunyi teksnya sebagai berikut: “Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur kemudian si istri enggan memenuhi ajakannya, maka sepanjang malam itu para malaikat akan melaknati istri itu hingga subuh” (HR. Amad bin Hambal). Jika dibaca secara tektual apa adanya, maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan seksual itu adalah kewajiban istri dan hak suami. Benarkah Islam mengajarkan seperti itu? Benarkah ada seorang suami yang tega istrinya dilaknat malaikat hanya karena tidak mau diajak berhubungan seksual karena sakit? Karena itulah, perlu dilihat kembali bagaimana sebenarnya keshohihan hadist, asbabul wurud, hubungannya dengan ayat-ayat seksualitas dalam Al’Quran. Selain itu apa makna laknat malaikat dalam hadis itu dan yang lebih penting bagaimana sebenarnya konsep hubungan seksual suami-istri menurut Islam. Poin-poin itulah yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Hadis tentang campur tangan malaikat dalam hubungan seksual suami-istri ini bervariasi, namun jika dicermati, sebenarnya mempunyai maksud yang sama. Dengan mengetahui variasi sanad (periwayat) dan matan (isi/kandungan) maka dapat diketahui apakah ada periwayat lain atau tidak dan juga dapat diketahui apakah periwayatnya tuggal atau banyak. Ahmad Ibn Hambal (hadis no 9294) :Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur kemudian si istri enggan memenuhi ajakannya, sehingga suami merasa kecewa hingga tertidur, maka sepanjang malam itu pula para malaikat akan melaknati istri itu hingga datangnya waktu subuh.” Muslim dalam kitab shohih Muslim bagian kitab nikah, hadis no 2594 :Jika seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya maka ia dilaknat malaikat sampai waktu subuh,….. sampai dia kembali”. Bukhori, pada kitab Fatkhul Bari, hadis no 5194, dan kitab nikah hadis no 4795 :Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur kemudian si istri enggan memenuhi ajakannya, sehingga suami merasa kecewa hingga tertidur, maka sepanjang malam itu para malaikat akan melaknati istri itu hingga waktu subuh”, dan Ahmad dalam Musnat Ahmad, hadis no 7109, dan hadis no 822 : "Janganlah para wanita meninggalkan tempat tidur suaminya kecuali malaikat Allah ‘azza wajalla akan melaknatinya”.

Secara tekstual, hadis pertama berkaitan dengan istri menolak ajakan suami untuk berhubungan seksual, sedangkan hadis yang lain berkaitan dengan istri tidur di tempat/kamar lain. Namun semua hadis tersebut berkaitan dengan kepatuhan sang istri terhadap suami dalam masalah seksualitas. Walaupun isi matannya berbeda di antara hadis-hadis tersebut, namun yang menarik adalah intervensi malaikat terhadap istri yang menolak berhubungan seksual ada pada semua matan hadis tersebut.

Jika dilihat dari perowinya, hadis-hadis ini diriwayatkan oleh lima orang penyusun kitab hadis, yaitu: Bukhori, Muslim, Ahmad Ibn Hambal, Abu Dawud dan Darimi. Kalau dilihat dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim dan Ahmad Ibn Hambal, maka dari jalur sanadnya mempunyai kesamaan jalur sahabat/sanad sama pada urutan ketiga yaitu Abu Hurairah, Zararah bin ‘Aufa, Qotadah Ibn Di’amah. Dari Qotadah Ibn Di’amah ini kemudian terjadi jalur sanad. Setelah dilakukan penelitian terhadap para perowi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing periwayat saling bertemu (liqa’) atau setidaknya sezaman dengan periwayat sebelum dan sesudahnya. Jadi hadis yang menyatakan istri akan dilaknat mailaikat jika ia menolak atau menghindar bila diajak berhubungan seksual oleh suaminya atau meninggalkan tempat tidur suami, mempunyai sanad yang shohih. Namun demikian, walaupun sanadnya shohih, namun jika secara harfiah atau tekstual matan hadis bertentangan dengan semangat Al Qur’an maka perlu dilihat asbabul wurudnya (sebab-sebab turunnya hadis) sehingga konteknya akan kelihatan. Kalau sejarahnya terkuak maka mencari nilai-nilai hakiki dari hadis akan mudah.

Asbabul-wurud hadis dapat dilihat secara mikro dan makro. Mikro dalam arti situasi yang khusus yang menyebabkan hadis itu ada. Sedangkan makro berarti menggali situasi dan kondisi dan sosio-historisnya saat itu. Hadis tentang intervensi malaikat dalam hubungan seksual ini, belum ditemukan asbab al wurud mikronya, tetapi dimungkinkan ada kaitannya dengan kondisi sosio-historis dan kultural saat itu atau dengan melihat asbab al wurud makronya. Dari asbab al wurud makro ada kemungkinan hadis itu berkaitan dengan budaya pantang ghilah yang ada di kalangan bangsa Arab sebelum itu. Ghilah adalah bersetubuh istri yang sedang hamil atau menyusui. Mereka menganggap bahwa ghilah itu suatu yang tabu untuk dilakukan. Budaya tersebut begitu kuat di kalangan wanita Arab, sehingga Nabi pernah bermaksud untuk melarang ghilah. Nabi mengurungkan maksudnya, setelah mengetahui bahwa ghilah yang dilakukan ternyata tidak menimbulkan hal buruk bagi anak-anak yang dilahirkan. (HR. Muslim dari Jazamah binti Wahib). Budaya pantang ghilah bagi wanita jahiliyah tidak menjadi persoalan karena mereka boleh poligami dengan tanpa ada batasan. Datangnya Islam membawa aturan tentang batasan poligami dan dalam pelaksanaannya harus adil. Karena itu, jika pantang ghilah tetap dipertahankan, sementara poligami tidak bebas maka hal ini sangat berat bagi mereka.
Jadi, kemungkinannya hadis tersebut untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dirasakan para lelaki Arab Muslim. Selain itu juga untuk menghilangkan budaya pantang ghilah yang masih diikuti oleh wanita Arab Muslim.

Selain itu dimungkinkan hadis ini juga terkait dengan perkawinan anshor dan muhajirin pasca hijrah Nabi ke Madinah. Laki-laki muslim muhajirin yang ikut hijrah bersama Nabi ke Madinan saat itu tidak banyak yang membawa harta. Sedangkan perempuan muslimah anshor yang di Madinah, kebanyakan mereka adalah penduduk asli Madinah yang mempunyai capital/harta lebih dibandingkan laki-laki muslim pendatang. Secara sosiologis dan juga psikologis ada perempuan-perempuan Madinah ini yang merasa dirinya mempunyai status sosial yang lebih tinggi dan juga mempunyai kepercayaan diri dan harga diri yang tinggi. Sehingga di saat mereka menikah dengan kaum muhajirin, terkadang masih ada perasaan superioritas itu yang kemudian berimplikasi pada hubungan seksual mereka. Hal ini biasa terjadi, tetapi kalau dibiarkan tanpa ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, maka keharmonisan dan kebahagiaan keluarga itu akan tergangu.

Dari beberapa hadis dan ayat di atas maka sebenarnya masalah seksualitas dalam Islam menurut penulis adalah:
Pertama, hubungan seksual suami-isteri adalah merupakan hak dan kewajiban, keduanya saling merasakan tidak hanya sepihak. Menjadi hak karena ada rasa kepuasan dan sebagai kewajiban karena adanya unsur saling melayani dan menyenangkan. Sebab, jika hal itu hanya dipandang sebagai kewajiban saja, maka secara psikologis akan dirasakan sebagai beban dan penderitaan. Kedua, isteri maupun suami dituntut untuk saling berdandan sehingga membuat mereka saling tertarik. Jika sama-sama tertarik maka secara psikologis bila berhubungan seksual maka tidak ada yang terpaksa atau dirugikan. Sebab jika ada suami yang mengejar kenikmatan di atas penderitaan isteri atau sebaliknya, maka hal ini bertentangan dengan konsep al Qur’an: mu asyarah bi al ma’ruf.

Ketiga
, isteri sebagai ladang untuk bercocok tanam, menanamkan benih, menyambung keturunan, maka kalau ingin memperoleh hasil tanaman yang berkualitas/keturunan yang baik, maka cara bercocok tanampun harus juga dengan cara yang baik. Sebab, jika menanam padi pada musim panas maka hanya membuang-buang waktu dan akan merusak sawah. Keempat, pakaian adalah lambang dari kesopanan, kerapian, keamanan dan kenyamanan. Jika suami maupun isteri saling merasa menjadi pakaian pasangannya, maka bagaimana agar fungsi dari pakaian itu terwujudkan, artinya bagaimana saling memberi dan memenuhi jika salah satu membutuhkan dengan penuh pengertian dan tidak memaksa atau merasa terpaksa.

Menurut penulis perbincangan masalah hadis-hadis yang dianggap misoginis yang berkaitan dengan hubungan seksual suami-isteri perlu dimaknai secara kontekstual dan dilihat juga bagaimana hadis-hadis lain yang membahas tentang seksualitas dan juga bagaimana al Qur’an membahas tentang hal itu. Selain itu sangat penting untuk menggunakan pendekatan lain baik dilihat dari sisi bahasa yang digunakan, yaitu kata-kata untuk mengajak dan kata-kata untuk menolak. Pendekatan usul al-figh juga sangat penting untuk mencapai suatu keadilan seksual bagi suami maupun isteri, yaitu dengan kaidah hukum Islam yang disebut Dalalah ad-Dalalah. Pemahaman secara fisik dan psikologis perlu diperhatikan, antara lain dengan memahami perbedaan organ reproduksi laki-laki dan perempuan, sehingga dapat memperlakukannya dengan tepat, baik dan sehat; baik fisik maupun psikis. Pemaknaan kembali dapat dilihat secara integratif antara hadis-hadis lain dan al Qur’an.
Dengan demikian melihat realitas seksualitas, maka penulis menyimpulkan bahwa kepuasan seksualitas adalah hak dan kewajiban bersama, antara suami dan isteri. Artinya jika salah satu membutuhkan dan tidak tersalurkan maka sebenarnya pada saat itu akan terjadi suasana yang tidak harmonis baik fisik maupun psikologis. Jika hal tersebut dipahami dengan benar maka penulis yakin angka perceraian akan turun dan problematika seksual akan berkurang.

(c) http://alimatulq.multiply.com/

Karakter Anak dan Profesinya Kelak

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Iseng-iseng browsing sambil upload beberapa data, ketemu ini : Asli, saya tertawa terbahak-bahak sambil membayangkan beberapa siswa yang melompat jauh 20 tahun ke depan. Mau tertawa bersama? Baca deh ...

  • Jika mereka tetap ngintil mengikuti terus Ibu Gurunya, nempel terus keluar ruangan … ini cocok di bagian Legal … (selalu ”merapat” kepada Top Management)
  • Jika mereka kemudian mengambil mainan balok-balok kayu atau lego … dipasang … lalu diberantakin lagi … pasang lagi … berantakin lagi … Kalo bosen ditinggal … Dia cari mainan yang lain lagi … lalu pasang … berantakin lagi … pasang lagi … naaaahhh ini keknya menjadi Bagian IT atauEngineering … (bongkar pasang … cari kesibukan sendiri … jika bosen lalu ditinggal … )
  • Jika mereka maju ke papan tulis dan menulis-nulis sesuatu disitu … yup … tentu saja Ini bagian Training and Development (naluri ngajar bouw)
  • Bertepuk tangan … menyanyi … berteriak-teriak … menari-nari … ini bagian Operation (tukang ”heboh” soalnya …)(demo mulu kerjaannya)
  • Berjalan keluar … Jajan cimol dan Harum manis didepan sekolah … Ini bagian Procurement ... (tidak lupa dengan cerewet bertanya … Ini berapa bang … yang itu berapa bang … Yang disitu berapa ?? …)(tapi nggak beli-beli karena uangnya kurang)
  • Ambil Tas … buka bekal … makan-makan … minum-minum … hepi-hepi … haha hihi hah … Ini pasti orang-orang Marketing nih … (marketing gitu loh …)(Everyday is a holiday)
  • Jika mereka malah berantem sesamanya … cakar-cakaran dsb … Ini pasti cocok di divisi Bussiness Development
  • Mendorong-dorong meja … mengangkat kursi … merapih-rapihkan kelas … melap meja kursi … nyapu kelas … Ini General Affair lah …
  • Lari keluar kelas … main-main diluar … main ayunan … main prosotan … main jungkat – jungkit … Gak peduli apa yang terjadi di dalam kelas … Ini bagian Sales dan Customer Service (spesialis ”urusan luar” bukan ???). (urusan main)
  • Menangis keras … memanggil-manggil bu gurunya … mengarang cerita yang termehek-mehek agar dikasihani gurunya … agar bu gurunya memperhatikan dia …. mmm ini bagian Quality Control atau Internal Control. (specialis komplain dan Tukang ngadu)
  • Membuka tas … merogoh kantong … membuka dompet barbie/narutonya … menghitung uang recehan disana … atau bahkan menghitung-hitung jumlah jendela yang ada dikelas … itu pasti akan jadi … Finance dan Accounting
  • Ngambil Crayon … coret-coret dinding … mudah saja ini tentu Graphic Design dong …
  • Berceloteh … ngobrol … Cerita-cerita sama temannya … ngoceh kesana kemari … ngomong sendiri … berdiri di depan kelas sambil ketawa-ketiwi … ini bagian Public Relation. (spesialis ketawa – ketiwi … dan ngomong kanan kiri …)
  • Tarik kursi … berdiri diatas kursi … melihat keluar jendela … menerawang jauh … pura-pura berfikir … Naaaahhh ini lah calon President Direktur kita … (berpandangan visioner jauh kedepan)
  • Jika mereka hanya duduk diam .. seperti tidak melakukan apa-apa … naaahhh ini bagian Personalia .. (hihihihi)(yes … Sitting Idle right ???)
  • Jika mereka ternyata berdiri di depan pintu … siap siaga selalu memegang handel pintu … buka tutup pintu ….. aaaahhhh ini pasti … Bagian Securityatau Door man …)
  • Ok-Ok bagaimana kalau dia … Duduk manis sendirian dipojok … membuka buku … membaca dengan tenang … tangan dilipat diatas meja … rapi … dengan harapan Ibu Guru akan memuji dia habis-habisan …. ??? … mmm maaf tipe ini biasanya tidak diterima di bagian mana pun … orangnya kurang asik soalnya … nggak fun … nggak kompak …. (hihihihihi)
  • Tarik kursi ? berdiri diatas kursi ? melihat keluar jendela ? menerawang jauh ? pura-pura berfikir ? Naaaahhh ini lah calon President Direktur kita ? (berpandangan visioner jauh kedepan)
:: kiriman seorang teman via fb yang dikutipnya dari Yanti Depe/2010

Senin, 05 Juli 2010

Merasa Bahagia dan Berfikir Positif Berpotensi Terhindar Kanker Payudara

Ditulis ulang : Imla W. Ilham, S.Ag

Merasa bahagia dan selalu berpikir positif adalah salah satu kunci penting dalam menjalani kehidupan. Dengan perasaan optimistis dan bahagia, risiko terserang berbagai penyakit pun dapat ditekan seminimal mungkin. Pentingnya perasaan positif dan bahagia tercermin dari sebuah riset belum lama ini yang dimuat BioMed Central journal BMC Cancer. Hasil riset mengindikasikan wanita yang bahagia dan berpikir positif cenderung berisiko lebih rendah mengidap penyakit kanker payudara. Dr Ronit Peled dari Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, Israel, dalam hasil risetnya menyatakan bahwa kebahagiaan dan optimisme mampu menekan risiko kanker payudara pada wanita hingga 25 persen. Sedangkan pengalaman atau kejadian traumatis seperti perceraian atau kehilangan seseorang yang dicintai dapat memburuk risiko.

Kami secara hati-hati dapat menyatakan bahwa mengalami satu atau lebih kejadian menyedihkan adalah sebuah faktor risiko kanker payudara pada wanita muda. Di lain pihak, perasaan akan bahagia dan optimisme dapat memberikan perlindungan. Wanita muda yang mengalami sejumlah pengalaman buruk dalam hidupnya dipertimbangkan sebagai kelompok yang berisiko kanker payudara dan oleh sebab itu harus ditangani,” ungkap Ronit Peled. Tetapi Peled menekankan bahwa hasil risetnya jangan diartikan bahwa rasa bahagia dan optimisme menjadi gerbang utama untuk terhindar dari penyakit kanker payudara. “Konsumsi makan yang baik dan aktif secara fisik merupakan faktor yang harus diperhitungkan,” tambahnya.

Dr Peled dan timnya meneliti sejumlah faktor yang berkaitan dengan stres psikologis seperti kehilangan orangtua sebelum berusia 20 tahun dan kaitannya dengan risiko kanker.Peled melakukan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya faktor risiko kanker payudara yang dialami wanita Israel. Lebih-lebih wanita Israel kerap kerap disebut kelompok dengan risiko tertinggi di dunia dalam hal kanker payudara. Sebanyak 255 wanita usia 25 – 45 tahun yang terindikasi kanker paru dilibatkan bersama 367 wanita usia sama yang tidak mengalami kanker. Peled dan timnya menanyakan sejumlah hal kepada para wanita seperti pandangan akan masa depan dan pengalaman traumatis akibat penyakit, kehilangan pekerjaan, perceraian hingga kematian. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara cara berpikir wanita dengan risiko mengidap kanker payudara. Mereka yang berpikir optimistis mencatat risiko 25 persen lebih rendah mengidap kanker. Sementra wanita yang mengalami dua atau tiga kejadian atau pengalaman traumatis mengalami peningkatan risiko sebesar 62 persen. “Ditemukan bahwa perasaaan bahagia dan optimisme memberikan dampak protektif ,” ujar peneliti .

Sumber: www.kompas.com

Kamis, 10 Juni 2010

Pantang Mati Sebelum Ajal

Ditulis ulang : Imla W. Ilham, S.Ag

Saya menahan nafas dan hampir tak tahan melihat wajah Pepeng yang meringis menahan sakit. Setiap kali kursi roda yang diduduk Pepeng digeser, mantan presenter kondang ini terlihat menahan rasa sakit yang tak terhingga. Padahal pergeseran kursi roda itu sudah dilakukan dengan sangat hati-hati. Tidak mudah “menggotong” Pepeng agar bisa tampil di acara Kick Andy. Selain tubuhnya yang tinggi besar terasa sangat berat, Pepeng juga tidak bisa turun dari kursi roda. Maka dibutuhkan empat orang untuk membantu Pepeng naik ke atas panggung bersama kursi rodanya. Jujur saja, tim Kick Andy sempat merasa bersalah karena “memaksa” Pepeng untuk bisa tampil di Kick Andy. Sejak rapat perencanaan, faktor kesulitan mengajak Pepeng ke studio sebenarnya sudah menjadi perhatian kami. “Setiap guncangan kecil saja sudah menyebabkan sakit yang luar biasa. Jadi perlu dilakukan dengan sangat hati-hati jika Pepeng dibawa dari rumah ke studio,” begitu informasi yang kami terima dari tim Kick Andy yang bertugas menjemput Pepeng.

Bukan itu saja persoalan yang harus kami hadapi. Karena Pepeng tidak bisa turun dari kursi roda, maka mobil yang mengangkut mantan presenter program televisi “jari-jari” ini juga harus mobil khusus. Ternyata tidak mudah mencari mobil dengan fasilitas hidrolik agar kursi roda bisa naik dan turun dengan mudah. Untung akhirnya mobil khusus tersebut didapat juga. Jangan membayangkan mobil yang nyaman. Sebab mobil khusus tersebut tak lebih dari sebuah bus mini tanpa tempat duduk. Maklum bus tersebut memang dirakit khusus untuk para pengguna kursi roda. Saya merasa tidak sampai hati manakala mendengar cerita bagaimana istri dan keluarga Pepeng, yang ingin menemani Pepeng ke studio, terpaksa membawa kursi sendiri untuk bisa duduk di bus tersebut. Dengan penuh perjuangan akhirnya Pepeng sampai juga di studio. Sejak turun mobil, naik lift, sampai di atas panggung Pepeng harus menahan sakit yang tak terperi. Tetapi, begitu kamera menyala dan penonton bertepuk tangan, saya melihat wajah pepeng begitu sumringah. Rasa sakit yang mendera seluruh fisiknya seakan lenyap tanpa bekas sedikit pun.

Dengan penuh percaya diri, ceria, dan tak ada kesan meratapi nasibnya, Pepeng lalu membagi cerita perihal penyakitnya kepada penonton di studio. Rekaman berjalan lancar dan bahkan penuh sendau gurau. Sungguh di luar dugaan. Kick Andy memang mengangkat topik para penyandang penyakit-penyakit langka. Penyakit yang diderita Pepeng, multiple schlerosis (MS), tergolong penyakit langka karena sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya. Sudah lama saya ingin mengangkat topik ini. Salah satu yang ingin saya undang sebagai nara sumber adalah Pepeng. Tetapi, saya ragu. Mampukah Pepeng hadir di studio? “Tiga tahun lamanya saya bermimpi bisa mengajak Pepeng keluar dari rumah. Baru sekarang mimpi itu terkabul,” ujar Tamy, sang istri. Ucapan tersebut membuat saya tersadar. Tak terasa sudah tiga tahun lebih Pepeng menghilang dari peredaran. Selama itu pula dia harus bertahan dari penyakit yang membuatnya lumpuh.

Bisa kita bayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang selama ini dikenal sangat aktif, tiba-tiba luruh tak berdaya di atas kursi roda. Sulit membayangkan Pepeng yang selalu ceria dalam setiap program televisi yang dibawakannya, tiba-tiba harus terkungkung dalam kamar yang disebutnya “goa”. Tidak semua orang siap menghadapi kondisi seperti yang dihadapi Pepeng. Perlu semangat yang luar biasa untuk bisa bertahan. “Saya berusaha berdamai dengan penyakit saya,” ujar Pepeng. Dia mengaku rasa nyeri yang menyerang sekujur tubuhnya dalam setiap helaan nafasnya itu, dia kendalikan dengan kesadaran penuh.` “Saya yang mengambil alih pimpinan. Bukan penyakit saya,” ujarnya penuh semangat. Apa yang membuat Pepeng begitu tegar? “Saya pantang mati sebelum ajal,” ujarnya mantap. Selain itu, diakuinya faktor dukungan istri dan anak-anaknya sangat membantu dalam menghadapi hari-hari yang penuh penderitaan fisik.

Pepeng menyadarkan kita semua tentang arti hidup. Dalam kondisi seperti itu Pepeng tetap optimistis menghaapi mas depan. Bukan saja dia pantang menyerah menghadapi penyakitnya, tetapi dalam kondisi yang sangat terbatas itu dia tetap menyelesaikan kuliah psikologinya untuk meraih gelar S2. Di sela-sela waktunya Pepeng juga masih menyempatkan diri untuk menulis. Termasuk merintis pembentukan komunitas penyandang MS. Komunitas yang dibentuk agar sesama penyandang MS bisa saling memberi info mutakhir tentang penyakit tersebut dan juga saling menguatkan. Pepeng membuat kita tersadar banyak di antara kita yang sehat dan masih kuat, ternyata begitu mudah menyerah, lembek, dan kurang mensyukuri hidup. Kita mudah menyerah ketika dihadapkan pada cobaan hidup. Kita lembek ketika dihadapkan pada tantangan. Kita kerap mengeluh bahwa Tuhan tidak adil hanya karena mencobai kita. Padahal cobaan tersebut sepele dan tidak sebanding dengan apa yang dihadapi Pepeng dan juga narasumber lain yang hadir di Kick Andy waktu itu.

Simak saja cobaan hidup yang dihadapi Christian Simanjuntak yang kehilangan delapan jari tangannya karena harus diamputasi akibat penyakit yang disandangnya. Begitu juga Ghina. Sejak lahir Ghina sudah dihadapkan pada penyakit yang membuat tulang tengkorak wajahnya harus ditarik milimeter demi milimeter selama lebih dari dua bulan. Penderitaan Ghina tidak sampai di situ. Agar bola matanya tidak copot, maka kelopak matanya dijahit. Itu pun belum selesai karena masih ada beberapa operasi yang harus dihadapi bocah yang kini berusia 14 tahun ini. Termasuk agar pendengarannya bisa normal. Jangankan mengeluh, Ghina justru menunjukkan prestasi dan usaha belajar yang luar biasa. Bahkan dengan kondisi seperti itu Ghina berhasil menerbitkan sebuah buku berupa catatan hariannya dengan ulustrasi gambar yang dibuatnya sendiri. Awalnya, sewaktu mengangkat topik “penyakit Langka”, saya ingin agar masyarakat waspada menghadapi penyakit yang tidak diketahui asal usul dan obat penangkalnya. Tetapi, ketika topik itu akhirnya diangkat di Kick Andy, ada hal lain yang lebih besar yang saya temukan. Saya baru menyadari para narsumber yang hadir bukan saja sedang membagikan pengetahuan tentang penyakit yang mereka sandang, tetapi mereka juga sedang membagikan semangat pantang menyerah yang luar biasa.

Sumber : www.kickandy.com/corner's/html

Film 3 Idiots : "Jadilah apa yang kamu inginkan. Bukan yang ayah inginkan"

Ditulis ulang : Imla W. Ilham, S.Ag

Air mata saya tak terbendung lagi. Adegan itu sungguh menyentuh dan menggetarkan hati. Tak terbayangkan sebelumnya bahwa ayah Farhan bisa berubah drastis dan menyetujui pilihan anaknya untuk menjadi fotografer. Sebelumnya, ayah Farhan begitu bersikeras agar anaknya menjadi insinyur. Semua daya dan upaya seorang ayah dia kerahkan agar sang anak bisa sukses menjadi insinyur. “Saya hanya mampu membeli satu alat pendingin di rumah ini. Dan itu saya pasang di kamar Farhan agar dia bisa belajar dengan baik. Agar dia kelak menjadi insinyur,” ujar ayah Farhan yang marah ketika Rancho, sahabat Farhan, nyeletuk bahwa Farhan memiliki bakat yang luar biasa dalam urusan memotret. Ayah Farhan marah pada Rancho yang dianggapnya sudah meracuni pikiran Farhan dengan pilihan lain di uar keinginan ayahnya agar Farhan menjadi insinyur. Bahkan, pada saat berhadapan dengan Farhan, ayahnya tak henti-henti menjejali pikiran Farhan akan betapa sukses hidupnya kelak jika dia menjadi insnyur.

Karena itu, ketika Farhan memohon agar ayahnya mengijinkan dia untuk tidak mengikuti keinginan ayahnya untuk menjadi insiyur, dan memilih mengikuti kata hatinya untuk menjadi seorang fotografer, meledaklah amarah sang ayah. “Kalau kamu menjadi insinyur, kamu akan dapat memiliki mobil bagus, rumah bagus, dan gaji besar. Hidupmu akan bahagia,” ujar sang ayah mencoba meyakinkan Farhan. Tetapi, nun jauh di lubuk hatinya, ternyata Farhan tidak bahagia menjalani kuliahnya di jurusan teknik. Sejak lama dia jatuh cinta pada dunia fotografi. Namun minatnya itu dipendamnya dalam-dalam, kalah oleh keinginannya untuk berbakti pada orangtuanya yang berkehendak lain. Bahkan keinginannya untuk melamar kerja sebagai asisten seorang fotografer profesional ternama, terpaksa disimpannya dalam-dalam. Surat lamaran yang sudah ditulisnya, tak pernah berani dikirimkan ke alamat sang fotografer. Sampai kemudian Rancho, sahabatnya, menemukan surat itu tersimpan di dalam ransel Farhan. “Kamu harus berani mengirimkannya. Kamu punya bakat memotret. Ikuti kata hatimu,” ujar Rancho. Tapi, Farhan tak punya nyali untuk melakukannya. Dia anak baik yang taat pada orangtua. Dia ingin membahagiakan orangtuanya walau hatinya menderita. Nun jauh di dalam hatinya, Farhan iri melihat Rancho selalu mendapat nilai tinggi untuk semua mata pelajaran teknik di kampusnya. Rancho memang memperlihatkan betapa dia sangat meminati dan menikmati pelajaran-pelajaran teknik. Keinginannya untuk terus menekuni dunia teknik sangat kuat. Itu bisa dilihat dari jawaban-jawabannya saat ditanya dosen dan juga kemampuannya memperbaiki helikopter mini berkamera yang sebelumnya gagal diselesaikan oleh seorang mahasiswa yang akhirnya bunuh diri. “Berbahagialah mereka yang bekerja di bidang yang dia sukai. Sebab dia tidak merasa sedang bekerja, tetapi sedang bermain-main dan dibayar,” ujar Rancho. Sampai pada satu titik, Ranco berhasil meyakinkan Farhan untuk berterus terang pada ayahnya betapa hatinya lebih ingin menjadi seorang fotografer ketimbang insinyur. Maka Farhan lalu menghadap sang ayah.

“Kamu akan mendapat uang sedikit. Rumahmu sempit dan mobilmu kecil,” ujar sang ayah mengomentari niat Farhan untuk menjadi mat kodak profesional. Farhan lalu berlutut dan membuka dompetnya. Di dompet itu terselip foto ayah dan ibu Farhan. “Rancho meminta aku untuk memajang foto ini di dompet, dan melihatnya sebelum aku memutuskan untuk bunuh diri,” ujar Farhan. Ayah Farhan tercenung sejenak. Pandangannya nanar. Hatinya bergejolak. Bukan rahasia bahwa di India banyak anak muda yang bunuh diri akibat tekanan di dalam keluarga dan di kampus. Banyak orangtua yang menginginkan anaknya menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Bukan apa yang diinginkan sang anak. Sementara kampus hanya menekankan pada keberhasilan menggapai nilai akademis yang tinggi dan bukan pada kreativitas. Akibatnya, banyak anak muda memilih jalan singkat: bunuh diri.

Hati ayah Farhan terguncang. Selama ini dia sudah mengumpulkan uang yang cukup beser untuk membeli sebuah laptop guna menunjang keberhasilan Farhan sebagai calon insinyur. Terutama menghadapi saat-saat rekrutmen pegawai yang dilakukan sebuah perusahaan besar di kampus Farhan. Sekarang, di hadapannya, sang anak berlutut dan meminta agar dia mengijinkan anaknya untuk menjadi seorang fotografer. Adegan dalam film 3 Idiots itu menguras airmata saya. Apalagi pada saat-saat di mana ayah Farhan bangkit dari duduknya, menuju ke meja dan mengusap-usap laptop yang tergeletak di atas meja. Dia lalu menyebut harga laptop yang dibelinya dengan susah payah itu. Setelah terdiam sesaat, dia bergumam. “Berapa harga sebuah kamera? “ Seakan tak membutuhkan jawaban, sang ayah melanjutkan, “Jual laptop ini, uangnya belikan kamera. Kalau kurang, bilang ayah.” Tak kuasa menahan haru, Farhan memeluk ayahnya. “Jadilah apa yang kamu inginkan. Bukan yang ayah inginkan,” ujar sang ayah dengan suara bergetar. Sang ibu yang berdiri tak jauh dari mereka, tak kuasa membendung tangis bahagia.

Film 3 Idiots memang sarat dengan pesan. Salah satunya adalah pesan kepada para orangtua agar tidak memaksakan keinginan pada anak-anak mereka. Sebab sampai saat ini masih banyak orangtua yang ingin anak-anaknya menjadi sebagaimana yang mereka inginkan. Bukan sesuai keinginan sang anak. Sebaliknya, film ini juga mengajarkan kepada para anak muda untuk mencari dan mengejar “lentera Jiwa” mereka. Passion mereka. “Berbahagialah mereka yang mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan kata hati mereka. Sesuai keinginan mereka. Sebab mereka tidak merasa bekerja, tetapi bermain-main dan untuk itu mereka dibayar.” Dalam film itu, Farhan beruntung memiliki orangtua yang akhirnya menyadari bahwa ukuran kebahagiaan bukan melulu mobil bagus dan rumah mewah. Banyak orang yang memiliki jabatan bagus dengan gaji besar tetapi tidak bahagia. Air mata saya belum lagi kering ketika film usai. Saya masih membayangkan berapa banyak anak-anak muda yang saat ini masih terjebak dalam situasi seperti yang dirasakan Farhan. Anak-anak muda yang terpaksa menjalankan keinginan orangtua mereka. Anak-anak muda yang tidak berani mengungkapkan perasaan mereka. Anak-anak muda yang tidak bisa mengejar lentera jiwa mereka. Anak-anak muda yang terjebak dalam ketidakbahagiaan.

Sumber : kickandy.com/corner/html

Rabu, 09 Juni 2010

Kejamnya Dunia Maya

Ditulis ulang : Imla W. Ilham, S.Ag

Ketika seseorang menjadi tokoh masyarakat atau “Public Figure”, baik itu pejabat atau selebriti maka segala tingkah lakunya pasti senantiasa jadi sorotan media massa dan bahan perbincangan masyarakat. Itulah resiko yang harus dihadapi oleh tokoh masyarakat yaitu berkurangnya privasi dan harus selalu menjaga segala ucapan, tingkah laku dan penampilan dimata masyarakat, karena semakin banyak penggemar berarti menjadi idola atau panutan banyak orang. Pada saat sang “Public Figure” itu melakukan kesalahan, maka penilaian atau reaksi masyarakat terhadap dirinya baik di dunia nyata maupun di dunia maya akan terasa kejam dan sangat menyakitkan. Apakah kita bisa menyalahkan perilaku masyarakat tersebut? karena masyarakat terdiri dari kumpulan manusia dengan jumlah yang sangat banyak dan sifat yang berbeda satu sama lain, tidak semua manusia itu baik, toleran terhadap penderitaan orang lain dan mau memaafkan kesalahan orang namun banyak pula manusia yang tidak peduli akan penderitaan orang lain, merasa dirinya lebih baik dan bersih dari yang dihujatnya dan senang menyebarkan keburukan orang lain.

Menghadapai berbagai macam sifat manusia adalah resiko terberat yang harus dihadapi seorang tokoh masyarakat, karena itu dia harus pandai menjaga citranya baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Apalagi di dunia maya, untuk urusan penistaan terhadap orang lain, dunia maya adalah hutan belantara yang sangat kejam. Di dunia maya orang begitu bebas menumpahkan segala perasaannya tanpa ragu-ragu bahkan lewat kata-kata dan gambar yang terkotor sekalipun. Memang ada banyak situs yang menyensor kata-kata kotor dan gambar tidak senonoh tapi banyak pula situs yang bebas dan tidak menyensor sama sekali. Sungguh mudah menjatuhkan orang lain lewat internet, di dunia maya orang yang tidak bersalah saja bisa difitnah, dihina bahkan orang suci seperti para nabi-pun masih bisa dijadikan bahan lelucon apalagi jika seorang “Public Figure” yang melakukan kesalahan, maka sudah pasti cacian, hinaan, dan hujatan masyarakat di dunia maya akan lebih keji bahkan diluar batas norma dan kesopanan dibandingkan didunia nyata. Jika kita baca komentar-komentar mereka di berbagai forum dan website, sungguh mengerikan! orang yang mentalnya setegar batu karang dan hatinya sekuat bajapun pasti akan sedikit terguncang dengan reaksi masyarakat yang begitu kejamnya di dunia maya. Apalagi dengan semakin canggihnya teknologi, dan semakin mudah dan murahnya internet, maka dunia maya adalah dunia yang harus selalu diwaspadai terutama oleh tokoh masyarakat. Dunia maya bisa menjadi surga karena mampu membuat popularitasnya menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia tapi disisi lain dunia maya bisa berubah jadi neraka karena jika dia berbuat salah, aibnya pun dengan cepat menyebar ke seantero jagat. Karena itu selama belum ada hukum tegas yang mengatur “kehidupan” di dunia maya sebaiknya “Public Figure” harus selalu waspada dan hati-hati dengan ucapan dan perilakunya karena saat ini dunia maya adalah media yang paling ampuh untuk membunuh karakter seseorang.

Sumber : www.blogdetik.com

Nasehat Rasulullah SAW. buat Putrinya Fatimah Az-Zahra

Ditulis ulang : Imla W. Ilham, S.Ag

Suatu hari Rasulullah S.A.W menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman putri kesayangannya itu, Rosulullah berucap salam & kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling Syaiir ( Sejenis Gandum ) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu Rosul bertanya kepada putrinya. “ Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah tidak menyebabkan matamu berderai.” Fatimah menjawab. “ Wahai Rosulullah, Penggilingan dan Urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan Ananda menangis.” Kemudian duduklah Rosulullah S.A.W disisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan. “ Duhai Ayahanda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali, suamiku. Mencarikan seorang Jariah ( Hamba Perempuan ) untuk membantu Ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerja’an Rumah ?”.

Maka bangkitlah Rasulullah S.A.W mendekati penggilingan itu. Dengan tangannya beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca BASMALLAH. Ajaib dengan seizing ALLAH S.W.T. penggilingan tersebut berputar sendiri. Sementara penggilingan itu berputar, Rasulullah bertasbih kepada ALLAH S.W.T dalam berbagai bahasa, sehingga habislah gandum itu tergiling.. “Berhentilah berputar dengan izin ALLAH S.W.T.” maka penggilingan itu berhenti berputar. Lalu dengan izin ALLAH pula penggilingan itu berkata dengan bahasa manusia.” Yaa.. Rasulullah, demi ALLAH yang telah menjadikan tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-nya. Kalaulah tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga kebaratpun niscaya hamba gilingkan semuanya, Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab ALLAH S.W.T. “ Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang dititahkannya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkannya. Maka hamba takut yaa.. Rasulullah kelak hamba menjadi batu dineraka.”

Dan bersabdalah Rasulullah.” Bergembiralah, karena engkau adalah salah satu Mahligai Fatimah az-zahra didalam surga. Maka bergembiralah penggilingan batu itu. Lalu Rasulullah bersabda. ” Jika ALLAH menghendaki,niscaya penggilingan itu akan berputar dengan sendirinya untukmu. Tapi ALLAH menghendaki dituliskan-nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan-nya beberapa kasalahanmu. Dan diangkatnya beberapa derajat untukmu bila wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. Dan ALLAH menuliskannya setiap gandum yang digilingkannya SATU kebaikan dan mengangkatnya SATU derajat " Kemudian Rasulullah meneruskan nasehatnya. ” Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat. Ketika wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. ALLAH akan menjadikan antara dirinya dan Neraka tujuh parit. Wanita yang meminyaki dan menyisiri rambut anaknya, serta mencuci pakaian mereka. ALLAH akan mencatat pahala seperti memberi seribu orang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang telanjang. Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetanga-tetangganya, ALLAH akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar diahari kiamat.” Rasulullah S.A.W masih meneruskan nasehatnya. ” Wahai Fatimah yang lebih utama dari semua itu adalah keridha’an Suami terhadap Istrinya. Jika suamimu tidak Ridha, aku tidaklah akan mendoakanmu. Tidakkah engkau ketahui, Ridha Suami adalah Ridha ALLAH S.W.T, dan kemarahannya adalah kemarahan ALLAH S.W.T ?” Apabila seorang wanita mengandung Janin, Maka beristigfarlah para malaikat. Dan ALLAH mencatat Tiap – tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan seribu kejahatan?. Apabila ia mulai sakit karena melahirkan, ALLAH akan mencatat seperti pahala orang-orang yang berjihad. Apabila ia Melahirkan, keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadan sa’at ibunya melahirkannya. Apabila ia Meninggal dalam melahirkan ia meninggalkan dunia ini tanpa dosa sedikitpun. Kelak ia akan mendapati kuburnya tersebut sebagai taman-taman surga. Dan ALLAH mangaruniakan pahala seribu haji dan seribu umrah. Dan beristigfarlah seribu malaikat untuknya dihari kiamat.

” Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta dengan niat yang benar. ALLAH S.W.T menghapuskan dosa-dosanya. Dan akan mengenakan seperangkat pakaian hijau, dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan (setiap helai seribu kebaikan). Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya, ALLAH memandangnya dengan pandangan Rahmat. ” Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring atau menata rumah dengan baik untuk suami dan anaknya, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah amalmu, maka ALLAH telah mengampunimu dari dosa yang lalu maupun yang akan datang.” ” Wahai Fatimah, wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya, serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya, ALLAH memberinya minuman dari sungai – sungai surga. Dan kuburnya akan menjadi taman di surga.

sumber : www.ayahbi.com

Kamis, 03 Juni 2010

Mengenal Sejarah dan Karakter Israel

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Menyebut nama Yahudi, tentu akan terbayang dengan Israel, yaitu bangsa yang sering kali menyerang Palestina dan umat Islam. Israel dan Yahudi, ibarat dua mata uang yang saling melengkapi dan tak mungkin dipisahkan. Mereka adalah satu kaum yang sangat kejam dan menyebabkan puluhan ribu umat Islam di Palestina menjadi korban. Kendati banyak pihak mengecam tindakan mereka, tak sedikit pun hal itu menyurutkan langkah Israel untuk mundur. Siapakah sesungguhnya Yahudi itu? Dalam Alquran, kata Yahudi disebut beberapa kali, baik dalam bentuknya yang jelas (Yahudi), samar (Haaduu, Haud), maupun sifat-sifat mereka yang dinisbahkan kepada Bani Israil. Dalam berbagai buku sejarah, disebutkan bahwa Yahudi adalah umatnya Nabi Musa Alaihissalam (AS). Nama Yahudi dinisbahkan pada salah seorang putra Nabi Ya'kub yang bernama Yahudza bin Ya'kub, salah satu dari 12 orang putra Ya'kub. Putra lainnya bernama Ruben, Simeon, Lewi Yehuda, Isakhar, Zebulon, Yusuf AS, Benyamin, Dan, Naftali, Gad, dan Asyer. Namun, ada pula yang mengaitkannya dengan kata Al-Haud (Arab) atau Hada (dalam bahasa Ibrani, yang berarti tobat atau kembali), sebagaimana ucapan Nabi Musa AS kepada Tuhannya, “Inna hudnaa ilaika,” (Sesungguhnya kami kembali [tertobat] kepada-Mu). Lihat surah Al-A’raf [7]: 156.

Kaum Yahudi ini juga sering disebut dengan Bani Israil. Istilah Israil dinisbahkan kepada Nabi Ya’kub bin Ishak AS. Dinamakan Bani Israil karena mereka merupakan keturunan dari nenek moyang mereka yang bernama Israil (Ya’kub AS). Selain itu, Bani Israil ini disebut pula dengan Ibrani (Hebrew) dari kata Ibri atau Ibrani yang berasal dari kata Abara (fiil tsulatsi: kata kerja berhuruf tiga), yang berarti memotong jalan atau menyeberang lembah.

Mereka suka berpindah tempat (nomaden). Dinamakan demikian karena mereka datang dengan menyeberangi sungai Ifrat (Eufrat) di Irak, yang dipimpin oleh Ibrahim AS. Menurut Ahmad Shalaby dalam bukunya Muqaranatu al-Adyani al-Yahudiyyah, Ibri atau Hebrew adalah nama yang diberikan oleh Ibrahim kepada kaumnya karena tempat kediaman mereka berada di seberang sungai Ifrat. Penjelasan serupa dapat ditelusuri dalam bukunya Dra Hermawi MA, Sejarah Agama dan Bangsa Yahudi, serta Mudjahid Abdul Manaf, Sejarah Agama-Agama. Ke-12 putra Ya'kub itulah yang disebut-sebut menjadi keturunan Bani Israil. Kemudian, mereka dibimbing oleh Nabi Musa AS. Dalam Alquran, disebutkan, setelah Musa berhasil melepaskan diri dari kejaran Firaun di Laut Merah, sampailah mereka di suatu daerah. Di sana, umat Nabi Musa merasa kehausan. Nabi Musa lalu memukulkan tongkatnya hingga memancarlah 12 mata air untuk masing-masing kaumnya itu. Mereka inilah yang menjadi sebutan kaum Bani Israil (Yahudi). Adapun tujuan `hijrah' tersebut adalah agar mereka leluasa melaksanakan ibadah kepada Allah dan jauh dari gangguan Firaun dan pasukannya. Dalam Alquran, tujuan mereka adalah suatu negeri yang diberkahi, yakni Palestina. Mereka menamakan negeri itu dengan tanah yang dijanjikan, The Promised Land.

Berbicara tentang Bani Israil, tak bisa dipisahkan dengan agama Yahudi. Sebab, mayoritas kaum Israil menjadi pemeluk agama Yahudi. Dalam bukunya, Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Sami bin Abdullah al-Maghluts menjelaskan, agama Yahudi dahulunya merupakan ajaran monoteis (satu Tuhan) yang dibawa oleh Nabi Musa AS. Nabi Musa diberikan kitab Taurat untuk disampaikan kepada umatnya (Bani Israil). Namun, Bani Israil justru mengubah ajaran Taurat yang telah disampaikan Nabi Musa dan membuat kebohongan atas syariat Allah SWT. Mereka menawar syariat untuk melaksanakan ibadah agar lebih ringan (dipermudah) kendati syariat itu sudah sangat mudah untuk dikerjakan. Misalnya, mereka diperintahkan untuk melaksanakan ibadah pada hari Sabat (Sabtu), tetapi mereka menawarnya supaya ibadah Sabat dipindahkan pada hari yang lain. Karena itulah, Allah mengazab kaum yang tidak beriman itu hingga menjadi kera. Lihat surah Al-A'raf [7]: 163-166 dan Albaqarah [2]: 65. "Dan, sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, `Jadilah kamu kera yang hina.'" (QS Albaqarah [2]: 65).

Sifat Bani Israil lainnya adalah suka bertanya sehingga menyulitkan diri mereka sendiri. Contohnya, mereka disuruh untuk menyembelih seekor sapi betina, tetapi Bani Israil bertanya tentang umur sapi tersebut. Lalu, disampaikanlah bahwa usia sapi tersebut tidak tua dan tidak juga terlalu muda. Mereka pun bertanya lagi warna sapi. Disampaikanlah sapi itu berwarna kuning tua dan tidak pernah dipergunakan untuk membajak. Setelah semuanya ditanyakan, mereka akhirnya baru melaksanakan perintah tersebut. Mereka merasa kesulitan mencari jenis sapi yang dimaksud. Padahal, sebelumnya Allah menghendaki kemudahan bagi mereka, tetapi mereka sendiri yang mempersulit nya. Itulah sifat Yahudi. Lihat penjelasan lengkapnya dalam surah Albaqarah [2]: 67-71. Banyak nabi yang diutus untuk mengajak mereka ke jalan yang benar, tetapi selalu saja nabi-nabi itu mereka dustakan. Syariat Nabi Musa AS yang mengajarkan monoteisme djadikan politeisme. Mereka juga akhirnya menyembah patung-patung, seperti patung anak sapi, patung ular, dan sebagainya. Dalam Alquran, juga disebutkan bahwa sifat mereka itu di antaranya suka bermusuhan, keras kepala, keras hati, ingkar janji, bakhil, dan tamak. Mereka juga terlibat dalam sejumlah pembunuhan terhadap para nabi yang diutus oleh Allah SWT. Itulah sifat-sifat Yahudi.

Mereka menamakan Tuhannya dengan Yahwe. Namun, menurut Bani Israil, Tuhan mereka itu juga bisa berbuat salah, punya sifat penyesalan, dan juga pernah memerintahkan yang tidak baik. Na'udzubillah. Mereka juga mengklaim bahwa Tuhan hanya untuk Bani Israil. Karena itu, mereka memusuhi kaum atau umat lainnya jika tidak mau menuruti keinginannya. Karena itu, Allah SWT memerintahkan umat Islam agar tidak mengikuti mereka. (QS Albaqarah [2]: 120). Karena kerusakan keimanan mereka itu, dengan mudah mereka dikalahkan oleh kelompok lain. Namun, mereka tak pernah mau menyadarinya, hingga akhirnya diusir keluar dari negeri mereka. Mayoritas kaum dan pemeluk agama Yahudi berdomisili di Israel. Sebagian dari mereka ada pula yang berhijrah ke luar dari Israel, seperti Eropa, Afrika, Amerika, dan Asia.

Sumber : /www.republika.com/Mhd. Ilham (Sejarah Peradaban Dunia : 2000)/Roger Garaudy (1991)

BROKOLI : Si Kribo Pembabat Bibit Kanker

Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Di Indonesia, nama sayur yang satu ini sempat terkenal sebagai nama beken salah satu artis yang tampil dengan rambut kribo. Ya, sayuran tersebut bernama brokoli. Kendati sayuran yang berasal dari kuntum bunga tanaman sejenis kubis-kubisan ini berpenampilan unik, brokoli bisa menjelma menjadi sayuran kaya manfaat. Dimakan mentah bisa, diolah menjadi beragam hidangan juga lezat. Brokoli sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk kaum peremupuan. Pasalnya, hasil riset University of Michigan menunjukan brokoli mampu memerangi kanker payudara. Konon, jenis sayuran yang digolongkan sebagai "makanan super ini" juga mampu menghambat perkembangan sel tumor. Berdasarkan kesimpulan peneliti, kehebatan brokoli memerangi kanker dan pertumbuhan tumor disebabkan keberadaan ekstrak brokoli yang disebut sulforaphane. Komponen ini diyakini mampu membunuh sel batang kanker serta mencegah tumor baru tumbuh.

Sebelumnya, hasil riset yang dipublikasikan Journal Clinical Cancer Research menggambarkan bagaimana peneliti secara komprehensif menguji pengaruh sulforaphne dalam eskperimen yang melibatkan tikus dan sel kultur. Peneliti memilih tikus yang diberikan sel kanker payudara untuk disuntikan sulforaphane. Kemudian mereka menggunakan beberapa metode untuk menaksir jumlah sel batang kanker di tumor. Dari hasil analisa menunjukan adanya penurunan tajam pada populasi sel batang kanker setelah diberikan sulforaphane. Tak hanya itu, sel-sel normal tidak terpengaruh secara signifikan saat diberikan ekstrak brokoli dan juga menghambat perkembangan sel rusak untuk menjadi tumor. Salah seorang peneliti, Prof Duxin Sun, mengatakan sebelumnya ekstrak sulforaphane telah dipelajari untuk mengetahui dampaknya pada kanker.

Namun, hasil riset ini menunjukkan manfaat lain dari sulforaphne yang mampu menghambat sel kanker payudara. "Ini merupakan fakta baru yang menunjukkan potensi sulforaphane atau ekstrak brokoli untuk mencegah atau mengobati sel-sel batang kanker kritis," tukasnya seperti dikutip dari telegraph, Kamis (6/5). Paska mendapatkan hasil positif, peneliti kemudian menguji sulforaphane pada sel kanker payudara di laboratorium. Hasilnya, peneliti menemukan penurunan serupa di sel batang kanker manusia. Kini, peneliti tengah menggarap metode pengembangan sulforaphane.

Sumber : http://www.republika.co.id/

Minggu, 30 Mei 2010

Facebook : Madu atau Racun


Ditulis ulang : Imla W. Ilham

Empat orang penting mengirim surat itu. Charles Schumer, Michael Bennet, Mark Begich dan Al Franken. Mereka adalah senator berpengaruh di Amerika Serikat. Surat itu dikirim tanggal 27 April 2010. Si penerima surat adalah Mark Zuckerberg, anak muda pendiri Facebook, yang kini memiliki hampir 500 juta pengikut di seluruh jagat. Empat senator itu mengecam keras situs jejaring sosial itu. Facebook dituding secara sengaja mengumbar profil pengguna ke segala penjuru. Mark sesungguhnya sudah lazim menerima protes. Jurusnya selalu sama. Abaikan. Tapi kali ini lain. Bersikap remeh, bisa berujung kiamat. Jurus para senator itu bisa membunuh. Mereka memaksa komisi perdagangan Amerika menindak Facebook. Sehari sebelum mengirim surat itu, Charles Schumer menuntut Komisi Perdagangan Federal (FTC) menerbitkan aturan baku bagi semua situs jejaring sosial.

Dia juga mendesak komisi itu segera menyelidiki sejumlah situs jejaring sosial yang doyan mengumbar data para pengguna. Penelitian itu penting, kata Schumer, “Memastikan para penguna bisa menjaga rahasia.” Walau ditujukan kepada semua situs jejaring sosial, sasaran bidikan Schumer sesungguhnya adalah Facebook. Hal itu diperjelas dalam surat yang kemudian dikirim ke Zuckerberg itu. Facebook dianggap bukan saja mengumbar rahasia pengguna, tapi juga rajin menjual data-data pengguna kepada pihak ketiga untuk kepentingan bisnis. Jual data pengguna itu dilansir sepekan sebelum para senator itu mengirim surat. Dalam ajang F8 Facebook Developer Conference yang digelar di San Francisco Amerika Serikat, petinggi Facebook mengumumkan sistem Open Graph API kepada para pengembang bisnis. Dalam sistem ini, Facebook membuka fitur baru bernama Istant Personalization. Fitur baru ini adalah pintu masuk untuk mitra bisnis Facebook -- seperti Microsoft Docs.com, Pandora, danYelp –untuk mengakses data pengguna di seluruh dunia. Data itu sangat diperlukan untuk pengembangan bisnis. Penguna data itu akan meraup untuk besar. Tidak percaya? Dengarlah cerita juru bicara Facebook ini. Cerita itu dipublikasikan Wall Street Journal pekan lalu. Sang juru bicara mengaku bahwa Facebook pernah melepaskan data pengguna ke perusahan iklan. Lewat data itu, si perusahaan iklan bisa melihat siapa pengguna yang mengklik iklan mereka. Dengan mengetahui para pengklik itu, si perusahaan bisa merancang iklan berikutnya secara efektif. Membuka data kepada pihak ketiga itulah yang dikritik keras empat senator dalam surat mereka. Mereka menulis, “Dear Mr. Zuckerberg, Kami mengirim surat ini untuk menyampaikan keprihatinan kami terkait perubahan terbaru kebijakan privasi Facebook dan penggunaan data pribadi untuk pihak ketiga.”

Main umbar data pengguna ini, sesungguhnya bermula dari tanggal 9 Desember 2009. Saat itu Facebook mulai menerapkan sistem Opt Out. Ini sistem yang membuka semua data pribadi pengguna. Kecuali jika si pengguna mau merahasiakan. Padahal sebelumnya Facebook begitu rapat menutup data pribadi itu. Kecuali kalau si pengguna mau menampilkannya. Artinya, secara teknis data-data seperti foto profil, jenis kelamin, asal kota, dan lain-lain tidak bisa dilihat orang, jika si pengguna tidak mempublikasikan. Dengan sistem Opt Out tadi, semua data itu dengan gampang bisa ditengok publik dari seluruh jagat. Bahkan dengan gampang pula bisa ditelusuri lewat Google dan situs pencari lain. Sistem baru itu diberlakukan semenjak pengguna Facebook membludak ke bilangan 350 juta orang. Jumlah itu memang sangat seksi untuk bisnis. Mengetahui profil, kecenderungan dan hobi manusia sebanyak itu sangat diperlukan sejumlah perusahaan iklan. Tapi jika pengguna merahasiakan profil mereka, sulit mengetahui kencenderungan dan hobi itu.

Itu sebabnya semenjak akhir tahun lalu, Facebook gencar memaksa penggunanya membuka data pribadi mereka. Rupa-rupa cara ditempuh. Pengguna diwajibkan mengisi data profil, lalu mempublikasikannya. Facebook memang tetap menyediakan pilihan bagi pengguna untuk menutup profil mereka. Kecuali hanya untuk dibaca kekasih, teman dan handai taulan. Tapi untuk menutup profil itu dari mata publik, prosesnya rumit dan sangat menjengkelkan. Si pengguna harus melewati 50 tahap pengaturan, dengan 170 opsi. Privasi untuk album foto, misalnya, harus dilakukan satu demi satu. Bayangkan, jika Anda memiliki 1000 foto yang dipasang di album Anda di Facebook, dan Anda ingin merahasiakan foto-foto itu, maka Anda harus menyetelnya satu demi satu. Selain rumit, cara untuk merahasiakan profil itu sangat panjang. Menurut catatan New York Times, pernyataan privasi Facebook yang dikeluarkan tahun 2010, sangat panjang. Jumlahnya 5.830 kata. Meningkat tajam dari tahun 2005, yang hanya 1.004 kata. Pernyataan privasi Facebook itu terpanjang dari semua situs jejaring sosial yang ada. Bandingkan dengan Flickr yang hanya 384 kata, Twitter 1.203 kata, Friendster 1.977 kata, MySpace 2.290 kata.

Bahkan bila dibandingkan dengan konstitusi Amerika Serikat –yang jumlahnya cuma 4.543 kata—pernyataan privasi itu masih lebih panjang. Lantaran begitu panjang dan rumitnya prosedur itu, banyak pengguna yang tidak pernah mengubah pengaturan privasinya. Artinya, profil mereka di Facebook tetap terbuka dan tidak menutupnya dari publik. Director of Corporate Communications and Public Policy Facebook, Barry Schnitt, memastikan bahwa sekitar 85 persen pengguna tak pernah mengubah pengaturan privasi itu. Mark Zuckerberg sendiri membantah bahwa pengunaan data itu untuk kepentingan bisnis. Ini adalah evolusi baru dalam hubungan antara manusia. Lima, enam tahun belakangan, “Orang-orang tak hanya nyaman untuk berbagi lebih banyak informasi yang lebih bervariasi, namun juga lebih terbuka dengan lebih banyak orang.” kata Zuckerberg dalam wawancara dengan TechCrunch. Apa yang dikemukakan oleh Zuckerberg agaknya sulit dipercaya, terutama setelah Schnitt bersaksi kepada ReadWriteWeb. Saat para pengguna bertemu teman-teman mereka di Facebook, dan saling lebih mengenal , kata Schnitt, mereka akan menemukan nilai lebih dari situs ini. Mereka akan selalu setia untuk kembali. Dia menambahkan, “Anda bisa bayangkan konsekuensi bisnis dari hal itu." Organisasi pembela hak konsumen di Amerika Serikat menilai, “ Facebook terus memanipulasi pengaturan privasi untuk tujuan komersial," kata Marc Rotenberg, Executive Director Electronic Privacy Information Center.

Bukan cuma dalam urusan privasi, Facebook juga dihujat sistem jejaring sosial ini mudah bocor. Tanggal 25 Februari lalu, misalnya, pesan pribadi seorang pengguna nyasar ke alamat lain. Tanggal 5 Mei, pengguna bisa melihat isi percakapan chating para pengguna lain. Kebocoran itu memaksa Facebook sempat menutup layanan chating. Yang terbaru adalah pada 11 Mei. Fitur 'Instant Personalization' terganggu. Fitur itu bisa dimanfaatkan peretas mengungkap nama pengguna, alamat email mereka, dan data-data Facebook. Kebobolan itu memaksa mitra Facebook, Yelp, menutup sementara fitur Instant Personalization ini.

Privasi yang diumbar, data yang gampang dibobol hacker,memang membuat banyak orang berang. Selain para senator itu, sepuluh organisasi yang peduli dengan privasi di Amerika Serikat mengirim pengaduan ke FTC. Sejumlah tokoh terkenal, jurnalis, dan sejumlah blogger berbondong-bondong cabut dari Facebook. Jika Anda ingin mengetahui pada pemrotes ini, ketik saja ‘Respect My Privacy’ pada mesin pencari Facebook. Lusinan grup pemrotes akan terlihat. Di luar Facebook, banyak juga kelompok yang menyerukan boikot, (http://facebookprotest.com), mengajak orang minggat dari jejaring sosial itu (http://quitfacebookday.com). Banyak pengguna berbondong-bondong pensiun dari Facebook. Pencarian “How do I delete my facebook account,” menjadi salah satu frase terpopuler di Google. Riset mutakhir perusahaan keamanan komputer Sophos, menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pengguna Facebook mempertimbangkan untuk berhenti. Facebook memang sudah menolong banyak orang. Mempertemukan kawan lama. Menemukan jodoh. Ajang untuk promosi bisnis. Dan cara baru menggalang kepedulian sosial. Tapi banyak pula penjahat yang dengan gampang memburu korban lewat situs ini.

Facebook memang berkembang pesat. Ditengah hujatan dari segala penjuru itu, peringkat Facebook terus melangit. Menurut data trafik web yang dirilis Google, Jumat 28 Mei 2010, situs jejaring sosial ini dikunjungi 540 juta orang. Jumlah itu merupakan 35 persen populasi pengguna internet di seluruh dunia. Data global Google Ad Planner yang disediakan oleh Double Click menunjukkan bahwa sekitar 570 miliar laman di Facebook.com disambangi orang.Kekuatan yang besar itu, tulis empat senator Amerika Serikat kepada Mark Zuckerberg, “Harus disertai tanggjungjawab yang besar kepada penggunanya."

Sumber : FB Muhammad Ilham Ibn Fadli via www.vivanews.com


Selasa, 11 Mei 2010

IBU adalah Sekolah

Ditulis ulang : Imla W. Ilham, S.Ag

Ibu adalah sekolah, bila kau persiapkan, engkau telah mempersiapkan rakyat yang baik, lagi kuat” (Ibrahim Ibn Shalih al-Mahmud, Kaifa Taksib Zajatuk - 1991)

Pembangunan masyarakat Indonesia dapat terwujud, salah satunya, harus memusatkan pendidikan kepada IBU. Sebab, IBU adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Apabila perempuan terdidik dengan baik, niscaya pemerataan pendidikan telah tercapai. Menurut Qurash Shihab, secara khusus menggaris bawahi peran ibu yang dominan dalam membentuk karakter atau kepribadian anaknya. Menurutnya, dalam bahasa Al Quran, Ibu dinamai UMM. Dari akar kata yang sama dibentuk IMAM (Pemimpin) DAN UMMAT. Kesemuanya bermuara pada makna kata, ”yang dituju” atau ”yang diteladani”. Qurash juga menjelaskan bahwa Al Quran menempatkan kewajiban berbuat baik kepada orang tua – khususnya pada Ibu – pada urutan kedua setelah kewajiban taat kepada Allah, bukan hanya karena Ibu menanggung beban berat dalam mengandung, melahirkan dan menyusui, tetapi juga karena seorang ibu di bebani tugas untuk menciptakan pemimpin-pemimpin umat. Karena itu pula, Tuhan menganugerahkan kepadanya struktur biologis dan ciri psikologis yang berbeda dengan kaum Bapak. Karenanya, tidak berlebihan pula bila dalam kamus Merriam Webster kata ”Mother” antara lain diterjemahkan sebagai sumber atau asal mula (lahirnya sesuatu). Seperti yang dikatakan ahli ilmu kejiwaan terkenal asal Austria, Sigmund Freud, ”If a man has been his mother’s undisputed darling he retains throughout life the triumphant feeling, the confidence in succes, which not seldom brings actual succes along with it”. Kalimat ini secara sederhana dapat diartikan, ....bila seorang anak memperoleh kasih sayang ibunya, seumur hidup ia akan memiliki perasaan bangga dan keyakinan akan kesuksesan, yang tak jarang membawa serta bersamanya keberhasilan dalam bentuk nyata....

Semakin jelas, bahwa IBU adalah INSTRUMEN PENTING untuk memasyarakatkan pendidikan. IBU adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Pendidikan Ibu adalah untuk semua (education for all), dan berlangsung sepanjang hayat. Peran Ibu sebagai pendidik tetap akan relevan, efektif, efisien, dan merata pada setiap individu bangsa, sebab setiap anak tidak akan terlepas daripada Ibunya. Semua pendidikan tidak terlepas dari peran seorang Ibu. Apalagi pendidikan yang berkaitan dengan moral dan perkembangan anak-anak. Ia memiliki peran yang terhormat, sekaligus berat. Di dalam keluarga, ia menjadi direktur pendidikan bagi anak-anak, disamping mendampingi suami, dan tugas-tugas lainnya. Seorang direktur tanpa tanda jasa, dan gaji.

Di masyarakat, ia dapat menjadi guru bagi sosialnya. Segala perilaku perempuan, baik sebagai Ibu, isteri, maupun anggota masyarakat akan menjadi literatur bagi anak-anak, juga anggota masyarakat lain. Seorang Ibu, atau perempuan pada umumnya menjadi standar ketinggian budaya, keberhasilan pembangunan dan pendidikan, sekaligus standar moralitas bangsa. Dengan kata lain, perempuan Indonesia, baik berperan ganda ataupun tidak, harus disiapkan agar menjadi ibu yang cerdas dan arif. Karena perempuan sebagai warga negara akan sangat menentukan posisi kemajuan bangsa, dan negaranya.

(c) Lintang Sugianto FB/2010